Penyebab Keracunan Massal di Kampung Cicopong Masih Misterius

Penyebab Keracunan Massal di Kampung Cicopong Masih Misterius
Korban keracunan massal di Cicopong
INILAH, Bogor - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor mencoba meneliti sampel makanan yang menyebabkan 99 orang di Kampung Cicopong, Desa Cigudeg, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor.
 
Sekretaris Dinkes Kabupaten Bogor Erwin Suriana mengaku belum bisa menyimpulkan penyebab warga mengalami mual-mual seusai menyantap makanan dalam acara musyawarah warga, Minggu (11/11/2018).
 
"Belum tahu apakah daging rendang atau bumbu rendangnya yang bermasalah. Kita belum bisa simpulkan. Karena baru kita ambil sampel untuk dicek laboratorium," kata Erwin.
 
Korban keracunan makanan di Kampung Cicopong, RT 02/03, Desa Cigudeg, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, terus bertambah. Hingga Selasa (13/11/2018) pukul 11.00 WIB, tercatat 99 orang mengeluh keracunan.
 
Informasi yang dihimpun INILAH, dari 99 korban, 36 di antaranya menjalani perawatan di RSUD Leuwiliang, 21 dirawat di Puskesmas Cigudeg, 29 rawat jalan dan tiga orang menjalani perawatan di rumah.
 
Camat Cigudeg Acep Sajidin mengatakan, beberapa warga yang mengalami keracunan merupakan santri dan anak kecil. Mereka mengeluh mual seusai menyantap makanan yang disediakan panitia acara musyawarah warga, Minggu (11/11/2018).
 
"Tapi banyak orang dewasa juga mengalami keluhan serupa. Saat itu juga mereka dilarikan ke Puskesmas Cigudeg," kata Acep, Selasa (13/11/2018).
 
Acep mengaku langsung berkoordinasi dengan tenaga medis di Puskesmas Cigudeg untuk membantu melayani perawatan dan pengobatan warga yang mengeluh keracunan.
 
Hingga saat ini, sejumlah korban keracunan masih menjalani perawatan di Puskesmas Cigudeg diperkirakan korban masih bertambah mengingat peserta acara mencapai ratusan orang.
 
Saat ini, empat ruangan inap, Poned dan UGD penuh semua oleh pasien untuk melayani rawat jalan dan inap. "Saya meminta petugas kesehatan dan pihak kepolisian agar melakukan penyelidikan terkait penyebab keracunan bagi puluhan warga," tegasnya.