Tak Bayarkan THR hingga H-7, Perusahaan di Karawang Bakal Disanksi

Tak Bayarkan THR hingga H-7, Perusahaan di Karawang Bakal Disanksi
Ilustrasi/Net

INILAH, Karawang - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Karawang, meminta kepada seluruh perusahaan yang ada di wilayah itu untuk membayarkan tunjangan hari raya (THR) bagi karyawannya paling lambat H-7.

Jika masih ada perusahaan yang tak mengindahkan imbauan melalui surat edaran itu, siap-siap akan kena sanksi. Di antara sanksinya, yakni berupa penundaan pelayanan terhadap perusahaan tersebut. 

Kepala Disnakertrans Kabupaten Karawang, Ahmad Suroto menuturkan, surat edaran tersebut telah disosialisasikan kepada seluruh perusahaan yang ada. Dalam edaran ini, poin pentingnya meminta supaya perusahaan membayarkan THR karyawan paling lambat pada H-7 lebaran. 

"Jika ada perusahaan yang tidak membayar THR, maka siap-siap disanksi," ujar Suroto, Selasa (21/5/2019).

Dia menjelaskan, jumlah perusahaan yang ada di wilayah ini mencapai 1.750 perusahaan. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, tidak pernah ada konflik antara karyawan dengan perusahan gara-gara THR.

Dengan begitu, sejauh ini kesadaran perusahaan untuk membayar THR karyawannya cenderung tinggi. Artinya, seluruh perusahaan sudah memenuhi kewajibannya untuk membayarkan tunjangan hari raya bagi para karyawannya.

Kalaupun ada masalah, lanjut Suroto, itu bukan tidak membayarkan THR. Melainkan, penundaan pembayaran besaran THR-nya. Seperti pada 2018 lalu misalnya, ada satu perusahaan yang tidak bisa membayarkan THR secara full.

"Perusahaan itu, hanya sanggup membayar THR setengahnya. Lalu, setengahnya lagi dibayarkan di bulan berikutnya setelah lebaran. Sejauh ini sih tidak ada konflik ya," tambah dia. (Asep Mulyana)