Uniknya Masjid  Al-Imtizaj di Jalan ABC Bandung

Uniknya Masjid  Al-Imtizaj di Jalan ABC Bandung
Masjid Al-Imtizaj di Jalan ABC Nomor 8, Bandung. (Agung Fitu Budiana)
Uniknya Masjid  Al-Imtizaj di Jalan ABC Bandung

INILAH, Bandung - Tak banyak yang menyangka di tengah Kota Bandung, tepatnya di Jalan ABC Nomor 8, berdiri sebuah bangunan berarsitektur Tionghoa mirip sebuah klenteng dengan cat dominan merah-kuning.Tapi ternyata, itu sebuah Masjid.

Ya saat didekati, bangunan tersebut memiliki kubah seperti Masjid, dengan papan nama Al-Imtizaj yang menjadi identitas sebuah Masjid.

Dekorasi sekitar masjid pun terdapat berbagai ornamen khas Tionghoa seperti lampion dan tempat wudhu yang menyerupai pot besar. Selain itu Masjid tersebut juga bagian dari Gedung Abdurrahman Bin ‘auf Trade Centre.

Ketua Dewan Keluarga Masjid (DKM) Al Imtizaj, Shandy Noer Syahtiman mengatakan Masjid Al-Imtizaj dibangun sejak tahun 2008, dan mulai digunakan untuk tempat ibadah pada tahun 2010.

"Diresmikannya saat itu ketika era Gubernur Jawa Barat R. Nuriana, tujuan konsep orientalnya untuk menyatukan komunitas-komunitas muslim Tionghoa yang banyak bermunculan di Kota Bandung," katanya saat ditemui di kantor sekretariat DKM Al-Imtizaj.

Selain itu, penamaan Al-Imtizaj sendiri, yang dalam bahasa tionghoa merupakan Ronghe, yakni sebuah pembauran.

"Disini tidak kepada satu paham, golongan, siapa pun boleh masuk masjid ini, dari namanya sendiri juga berarti pembauran," ucap Shandy.

Pada bagian teras masjid, terdapat tempat duduk yang banyak dihiasi tanaman, sedangkan luas bangunan Masjid Al-Imtizaj memiliki luas 200 meter persegi.

Masjid yang terbagi menjadi dua lantai ini, lantai satu hanya digunakan untuk tempat shalat laki-laki, sedangkan untuk perempuan berada di lantai dua.

Memasuki kedalam masjid, interiornya juga memiliki ciri khas perpaduan antara budaya Islam dan Tionghoa, terdapat tulisan 99 Asmaul Husna yang terdapat di dinding Masjid.

Menurut Shandy, 99 Asmaul Husna tersebut sudah ada sejak Masjid dibangun, yang mempunyai suatu arti dan manfaat tersendiri bagi kehidupan.

"Itu bukan hanya sebatas ornamen, tetapi mempunyai suatu arti dan manfaat untuk kehidupan ataupun generasi yang akan datang," ucapnya.(Agung Fitu Budiana)