SPDP Prabowo Ditarik, Ini Penjelasan Polda Metro

SPDP Prabowo Ditarik, Ini Penjelasan Polda Metro
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono. (net)

INILAH, Jakarta- Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya memang sempat mengeluarkan surat Surat Perintah Dimulai Penyidikan (SPDP), dengan terlapor Prabowo Subianto.

Surat itu pun telah ditandatangani Wadir Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam Indradi. Surat itu pun tersebar dikalangan wartawan. Namun, surat itu pun telah ditarik oleh kepolisian.

"Jadi gini ya berkaitan dengan adanya SPDP setelah kita lakukan analisi oleh penyidik ya bahwa SPDP tersebut belum saatnya untuk dibuat atau dikirim, karena SPDP itu yang menyampaikan bahwa pak Prabowo sebagai terlapor adalah hasil daripada keterangan tersangka Eggi Sudjana dan Lieus," katanya di Mapolda Metro Jaya, Selasa (21/5/2019).

Argo menjelaskan, penyidik perlu membuktikan keterangan kedua tersangka makar itu dengan bukti yang kuat.

"Jadi dari keterangan yang ada dari tersangka itu perlu dibuktikan, artinya itu hanya kata dari pada tersangka ya, menyebut nama, jadi kita perlu penyelidikan lebih dulu. Dalam penyelidikan daripada keterangan tersangka itu, maka dari SPDP yang ada itu kita tarik hari ini dan belum waktunya ya, atau tidak perlu utnuk memberi SPDP itu ke Kejaksaan," bebernya.

Argo menjelaskan, setelah dianalisa ulang, karena nama Prabowo hanya disebut kedua tersangka, SPDP yang sudah keluar itu kembali ditarik dari Kejaksaan.

"Ya artinya bahwa SPDP itu dikirim kemudian setelah dianalisa ternyata keterangan dari pada tersangka Eggi Sudjana dan Lieus itu menyebut nama Prabowo, jadi belum saatnya diberikan SPDP atau dikirimkan SPDP, tapi perlu dilaksanakan penyelidikan terlebih dahulu, karena kita belum melakukan penyelidikan dan kita akan kroscek dengan alat bukti lainnya maka SPDP itu kita tarik dari Kejaksaan," pungkas Argo. (inilah.com)