Ade Yasin Salurkan Paket Kebutuhan Pokok dari Pemprov Jabar

Ade Yasin Salurkan Paket Kebutuhan Pokok dari Pemprov Jabar
Bupati Bogor Ade Yasin (kanan) menyalurkan langsung 2.500 paket kebutuhan pokok kepada masyarakat di Kecamatan Tenjolaya . (Reza Zurifwan)

INILAH, Tenjolaya- Bupati Bogor Ade Yasin menyalurkan langsung 2.500 paket kebutuhan pokok kepada masyarakat di Kecamatan Tenjolaya dalam Operasi Pasar Murah (OPM) program Pemprov Jawa Barat.

"Total ada 10.000 paket kebutuhan pokok dari PemprovJawa Barat yang dijual lebih murah 55 persen dari seharusnya, khusus buat masyarakat Tenjolaya 2.500 paket saya salurkan melalui pemerintah desa," kata Ade kepada wartawan, Selasa (22/5/2019).

Dia menerangkan paket kebutuhan pokok ini terdiri dari daging sapi, beras, minyak goreng dan lainnya dimana harga jual sebenarnya Rp 209.500 namun dengan adanya subsidi anggaran dari Pemprov Jawa Barat, masyarakat miskin cukup menebusnya dengan harga Rp 93.000.

"Cukup dengan Rp 93 ribu masyarakat kurang tidak mampu bisa membawa pulang paket kebutuhan pokok dan agar bantuan ini tepat sasaran kami menugaskan pemerintah desa untuk menyalurkannya karena mereka yang tahu by name by adress nama-nama masyarakatnya yang  kurang mampu," terangnya.

Politisi PPP ini menjelaskan selain Pemprov Jawa Barat, Pemkab Bogor sebelumnya juga melakukan bazar murah atau operasi pasar di 10 kecamatan yang jumlah penduduknya terbilang padat.

"OPM yang dilakukan oleh Pemprov Jawa Barat dan Pemkab Bogor agar meringankan masyarakat kurang mampu dan menstabilkan harga kebutuhan pokok yang biasanya naik menjelang Hari Raya Idhul Fitri 1420 Hijriyah," jelas Ade Yasin.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustriaj (Disdagin) Kabupaten Bogor Dace Supriyadi menuturkan selain masyarkat Tenjolaya, masyarakat Ciampea, Leuwiliang dan Sukamakmur juga mendapatkan bantuan bersubsidi ini.

"Kemarin Ciampea, hari ini Tenjolaya, besok Leuwiliang dan Kamis 2.500 paket perkecamatan  ini kami salurkan di Kecamatan Sukamakmur dengan skema yang sama," tutur Dace.

Ia melanjutkan total paket kebutuhan pokok dari Pemprov Jawa Barat ini sama dengan tahun lalu namun nominal subsidi anggaran produknya lebih banyak ketimbang tahun-tahun sebelumnya.

"Tahun-tahun sebelumnya subsidi anggaran 50 persen dan tahun ini subsidinya meningkat menjadi 55 persen hingga masyarakat lebih murah dalam menebus paket kebutuhan pokok ini," lanjutnya. (Reza Zurifwan)