Satu Lagi, Pengeroyok Haringga Sirla Ajukan Banding

Satu Lagi, Pengeroyok Haringga Sirla Ajukan Banding
Joko Susilo satu dari tujuh pengeroyok suporter Persija Haringga Sirla, dijatuhi hukuman penjara selama  7 tahun penjara. (Ahmad Sayuti)

INILAH, Bandung- Joko Susilo satu dari tujuh pengeroyok suporter Persija Haringga Sirla, dijatuhi hukuman penjara selama  7 tahun penjara. Vonis sama dengan  tuntutan jaksa. 

Hal itu terungkap dalam sidang putusan penganiayaan Haringga Sirla di Pengadilan Negeri Klas 1A Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Selasa (21/5/2019). Sidang yang dipimpin M Basri dilakukan secara maraton di ruang dua. 

Dalam amar putusannya, M Basri menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana secara  terang-terangan dengan tenaga bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang yang menyebabkan meninggal sebagaimana dakwaan alternatif kedua pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHPidana.

"Menjatuhkan hukuman tujuh tahun penjara, dan dikurangi selama masa penahanan," katanya. 

Hakim juga membacakan hal yang memberatkan dan meringankan. Yang memberatkan perbuatan terdakwa menghilangkan nyawa dan menimbulkan luka mendalam di keluarga korban, serta tidak mengakui. Meringankan belum pernah dihukum, sopan dan punya tanggungan keluarga.

Sebelumnya JPU Kejari Bandung menuntut Cepi Gunawan dengan hukuman penjara tujuh tahun penjara, sebagaimana terbukti dalam dakwaan alternatif kedua pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHPidana.

Atas putusan tersebut terdakwa dan kuasa hukumnya, Cepi langsung mengajukan banding. Sementara JPU Kejari Bandung pikir-pikir. 

Seperti diketahui, Cepi dan para terdakwa melakukan perbuatannya saat laga Persib Bandung melawan Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Bandung.

Sebelum aksi pengeroyokan terjadi, beberapa oknum Bobotoh melakukan sweeping terhadap korban. Saat itulah ditemukan identitas yang menandakan korban merupakan pendukung Persija Jakarta.

Para terdakwa saat itu berada di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) mendengar ada keributan dan mendatangi lalu ikut melakukan pengeroyokan. Masing-masing terdakwa memukul hingga menendang ke beberapa bagian tubuh korban yang saat itu sudah babak belur.

Akibat perbuatan terdakwa, korban Haringga Sirla mengalami luka sangat parah. Berdasarkan hasil visum dokter forensik di RS Bhayangkara Sartika Asih, korban mengalami luka dibagian kepala, patah tulang hidung dan leher, memar dibagian otak serta luka di bagian vital korban. (Ahmad Sayuti)