RSU Siloam Buka Layanan Emergenci I Khusus Pasien Stroke Infrak

RSU Siloam Buka Layanan Emergenci I Khusus Pasien Stroke Infrak
Dokter Spesialis Syaraf RSU Siloam Purwakarta, Murti Astuti. (Asep Mulyana)

INILAH, Purwakarta - Warga usia produktif, saat ini rentan terserang penyakit stroke. Adapun penyebab utama penyakit mematikan itu, yakni adanya sumbatan pembuluh darah ke otak.

Dokter Spesialis Syaraf RSU Siloam Purwakarta, Murti Astuti menuturkan, penyakit stroke saat ini menjadi salah satu penyebeb kecacatan nomor satu di dunia. Namun demikian, kata dia, sebenarnya peluang menyelamatkan penderita stroke dari kecacatan cukup besar juga.

"Penyakit stroke, bisa menyerang siapa saja. Tak terkeculi warga usia produktif," ujar Murti di kantornya, Selasa (21/5/2019).

Dia menjelaskan, ada dua faktor yang menjadi penyebab terjadinya stroke. Salah satunya terjadi akibat adanya sumbatan pasokan darah ke jaringan otak (Stroke Infrak). Serta, akibat pembuluh darah di sekitar otak pecah (Stroke Hemoragik).

Murti juga menjelaskan terkait faktor yang menyebabkan seseorang bisa terkena stroke. Antara lain, hipertensi, diabetes militus, merokok, alkohol, dislipidemia (kolesterol tinggi), serta faktor usia.

"Sebenarnya peluang menyelamatkan penderita stroke dari kecacatan itu sangat besar. Ada terapy khusus. Terutama, untuk penderita stroke infrak," jelas dia.

Dia menambahkan, saat ini RSU Siloam Purwakarta juga mengembangkan layanan khusus penyakit stroke infrak ini. Layanan yang diberi nama Emergency I itu, merupakan layanan pengobatan berupa terapi Trombolisis.

Adapun terapi Trombolisis ini, yakni berupa penyuntikan obat khusus melalui pembuluh darah pasien untuk melarutkan sumbatan dalam pembuluh darah di jaringan otak. 

Sehingga, sambung dia, nantinya aliran darah ke otak kembali lancar. Terapi ini pun, diklaim mampu mencegah kerusakan jaringan otak lebih luas.

"Terapi ini khusus pasien yang mengalami gejala stroke kurang dari tiga jam sesaat setelah pasien dibawa ke rumah sakit. Sebelumnya, tim medis akan melakukan serangkaian pemeriksaan terlebih dahulu untuk mencari tahu jenis stroke pasien itu," tambah dia.

Sejauh ini, tambah dia, layanan terapi Trombolisis cukup efektif dalam menyelamatkan pasien stroke infrak dari kelumpuhan atau cacat. Kendati, memang tidak 100 persen menjamin kesembuhan pasien secara normal kembali. (Asep Mulyana)