Tata Kelola Pendidikan di Era 4.0 Harus Disesuaikan

Tata Kelola Pendidikan di Era 4.0 Harus Disesuaikan
Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Unifah Rasyidi

INILAH, Jakarta – Paradigma pendidikan di era Revolusi Industri 4.0 telah berubah baik dari segi sistem pengajaran ataupun tata kelolanya. 

Saat ini sumber belajar siswa tidak hanya dari kelas saja tetapi juga bisa didapatkan melalui internet.

Agar proses belajar mengajar terjadi secara berkesinambungan di era sekarang, maka Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Unifah Rasyidi melihat para guru sebagai pengajar harus bisa menjadi pembimbing yang baik.

“Menjadi pembelajar jangka panjang. Kami tadi sudah sampaikan kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla tentang bagaimana pendidikan ke depan dan apa saja yang harus disiapkan,” kata Unifah kepada wartawan dalam diskusi pendidikan di Gedung Guru Indoensia, Jakarta, Selasa (21/05/2019).

Dia melanjutkan, untuk mencapai tujuan proses belajar mandiri harus ada ekosistem yang disiapkan seperti pengelolaan pendidikan yang berkeadilan antara pemerintah pusat dan daerah termasuk penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang sering terlambat datang.

Selain itu, pembagian kewenangan pendidikan dasar menengah antara pemerintah kabupaten/kota dan provinsi harus dievaluasi lebih lanjut. Menurut Uni kepada Wapres apakah mungkin otonomi daerah dievaluasi kembali mengingat peraturan daerah yang mengatur pendidikan dasar menengah menimbulkan segregasi.

Menurutnya kewenangan itu yang harus dirumuskan bersama dan menjadi tanggung jawab bersama. Sehingga tidak akan saling menegasikan. Sedangkan terkait manajemen guru, menurutnya dibutuhkan dievaluasi lebih mendalam serta dilakukan kajian bagaimana supaya kualitas guru meningkat, pembayaran tunjangan profesi tepat waktu, dan bagaimana pemerintah pusat memiliki peranan yang lebih banyak.

“Tata kelola antara pusat dan daerah menurut kajian sukses dalam perluasan akses pendidikan menengah, tapi belum tentu dengan mutunya. Oleh karena itu, kami mendorong sekolah otonom yang profesional,” pungkas Unifah. (Daulat Fajar)