Di Equator, Takjil Kurma Petik Langsung dari Pohon

Di Equator, Takjil Kurma Petik Langsung dari Pohon
Foto: INILAH/Dery Fitriadi Ginanjar

INILAH, Bandung - Buka puasa memakan buah kurma memang sunnah Rasul. Kurma beli di toko sih biasa. Tetapi kalau kurmanya metik langsung dari pohon, dan ini dilakukan di Indonesia, wow luar biasa. Kok bisa?

Anda tinggal datang ke Equator Cafe di Jalan Sulanjana, Kota Bandung. Begitu masuk area cafe, niscaya Anda akan takjub oleh dominasi tema kayu.

Sampai di ujung mulut lorong masuk cafe, Anda akan disapa pegawai berbusana muslim. Tentu hal ini disesuaikan dengan tema Ramadan.

Kalau datang agak lama dari waktu berbuka Puasa, Anda bisa berkeliling dulu ke galeri kayu. Di galeri yang berada di samping cafe, terdapat sejumlah ukiran, aksesoris, dan segala sesuatu yang seluruhnya terbuat dari kayu. Yang menarik justru yang ada di dalam cafe. Terdapat 2 buah mobil Suzuki dan VW, serta 1 motor Yamaha N-Max, yang seluruhnya terbuat dari kayu.

Untuk menu berbuka, Equator Cafe menyediakan takjil gratis berupa goyobod, cendol, es buah, kolek, atau sekoteng. Sementara untuk kurma, seperti yang sudah disebutkan, dipetik langsung dari pohon.

Pohon kurma ala Equator Cafe berada di ujung lorong masuk. Di sebelah kanan, ada pohon berukuran sekitar 2,5 meter dengan buah kurma menjuntai ke bawah. Pengunjung tinggal memetik kurmanya sesuka hati dan sesuai kebutuhan. Jangan salah, kurma yang disediakan merupakan kurma terbaik.

Menurut pemilik Equator Cafe Fawaz Salim, dirinya membuat konsep yang baru pertama ada di Indonesia. Tamu yang datang bisa memetik buah korma untuk takjil dengan gratis dari pohon. Memang pohonnya merupakan replika yang dibuat dari kayu pilihan.

“Pengunjung tinggal petik kurma. Sebenernya itu replika pohon ditempelin buah kurma yang ada tangkainya. Jadi nuansanya seperti pohon kurma asli yang berbuah. Buah kurmanya  hanya kuat beberapa hari sehingga setiap dua hari diganti,” kata Fawaz kepada wartawan, akhir pekan kemarin.

Fawaz menyatakan, untuk lebih mengentalkan nuansa Ramadan, ada juga patung binatang khas Timur Tengah yaitu Unta yang disimpan disamping pohon kurma. Selain itu ada mobil dan motor yang dimodif menggunakan kayu serta beberapa replika lain seperti orang utan, orang-orangan.

“Equator Wood ini membuat nuansa cafe dari kayu unik dan langka. Kami ingin membuat sensasi beda,” jelasnya.

Untuk menu berbuka pun, kata Fawaz, ada menu khusus seperti jus kurma dan makanan khas Timur Tengah. (Dery Fitriadi Ginanjar)