Kematian Akibat Rokok, Jadi Beban Pemkot Dan Masyarakat

Kematian Akibat Rokok, Jadi Beban Pemkot Dan Masyarakat

INILAH, Bandung - Menyambut Hari Tanpa Tembakau Sedunia pada 31 Mei 2019, Pemerintah Kota Bandung menetapkan tema Rokok dan Kesehatan Paru-Paru pada tahun ini, serta terus mengupayakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengatakan, kesehatan paru-paru, dan penyakit kardiovaskular seperti jantung dan stroke menjadi penyebab utama kematian di seluruh dunia termasuk Indonesia.

"Di Indonesia tercatat 87 persen kematian disebabkan kanker paru dibanding kanker lainnya, khusus Kota Bandung, penyebab kematian yang berhubungan dengan rokok, ada stroke 8,24 persen, jantung dan pembuluh darah 13,73 persen, dan komplikasi diabetes melitus 3,15 persen," katanya di Taman Sejarah Bandung, Selasa (21/5/2019).

Menurut Yana, peningkatan angka kematian tersebut menambah beban Pemerintah dan masyarakat karena penanganannya membutuhkan biaya dan teknologi yang tinggi.

"Dampaknya bukan hanya kemiskinan, kecacatan, hingga kematian, tapi disertai hilangnya potensi modal SDM dan produktivitas yang berpengaruh pada sosial dan ekonomi," ucapnya.

Untuk mengantisipasi masalah tersebut, Pemerintah Kota Bandung terus melakukan upaya preventif dengan menerapkan beberapa kebijakan, salah satunya Selasa Tanpa Rokok, serta terbitnya Perwal tentang KTR nomor 315 tahun 2017.

"Pemkot Bandung saat ini terus melakukan advokasi dan sosialisasi penerapan KTR di tujuh tatanan, termasuk dalam lingkungan keluarga, bahkan sejak maret 2017 menjalin kerjasama dengan Bloomberg Philanthropies dan Vital Strategic," ucap Yana.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Rita Verita mengatakan saat ini pihaknya juga berfokus pada KTR, sejak Maret 2018 hingga Februari 2019 sudah dilakukan survey di beberapa titik lokasi.

"Satgas KTR yang berjumlah 34 orang sudah mensurvey beberapa titik seperti Hotel, Restoran, Perkantoran, dan Sekolah, bila dijumlah ada 1520 titik di Kota Bandung, ada 8 area KTR yang telah diatur di Perwal" katanya.

Rita mengakui hasilnya masih belum bagus, dia menilai yang sudah 100 persen melaksanakan KTR baru tiga, Dinas Pariwisata, SMPN 3, dan SMA Taruna Bakti.

Dia juga menjelaskan, pihaknya bersama dengan Komunitas Pengendalian Tembakau dan Pemerintah terus melakukan sosialisasi untuk mengubah perspektif orang tentang kebiasaan merokok.

"Perokok diajak lebih menghargai orang-orang disekitarnya yang tidak merokok. Bertahap saja, harus dibantu sosialisasi juga, kita juga mengajak pada 31 Mei nanti hari tanpa tembakau untuk berhenti merokok satu hari saja," ujarnya.(agung budiana)