Ada 50 Titik Kemacetan di Jabar

Ada 50 Titik Kemacetan di Jabar
Ilustrasi/ANTARA FOTO

INILAH, Bandung- Sebanyak 50 titik di Jawa Barat diprediksi mengalami kemacetan pada musim mudik Lebaran 2019 ini. Mayoritas terjadi di kawasan Pantai Utara (Pantura).

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Heri Antasari mengatakan, diprediksi kemacetan di Jabar akan meningkat 10 hingga 12 persen.

"Kalau prediksi kurang lebih sampai 40 titik kemacetan lebih ya. Hampir 50 titik kemacetan yang ada di Jabar," ujar Heri usai acara Jabar Punya Informasi (Japri) di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (21/5/2019)

Menurut dia, khusus jalur Pantai Utara (Pantura) pihaknya memprediksi akan ada 21 titik kemacetan yang diakibatkan oleh aktivitas lokal. Di mana sejumlah titik tersebut berpotensi menjadi pasar tumpah. "Kemudian ada 4 persimpangan juga," ucapnya.

Sementara untuk jalur tengah atau Selatan Jabar, diprediksi akan terjadi kemacetan di 20 titik. Adapun jalur tengah ini, dia sampaikan, memanjang dari mulai Cianjur, Puncak, Sukabumi, Bandung, Nagreg, Malangbong, Limbangan dan seterusnya. 

"Jalur tengah yang diprediksi macet Nagreg, Cileunyi, itu jalur jalur yang menjadi langanan titik titik macet.Kita akan berusaha mengantisipasinya," katanya.

Menurut data yang dia peroleh, kemacetan pada musim mudik 2019 ini akan meningkat hingga 12 persen. Di mana wilayah Pantai Utara (Pantura) yang dinilai akan mendominasi dari volume kendaraan.  Menurut dia, sedikitnya sekitar 1,7 juta pemudik akan melewati tol Pantura.  

"Kemudian yang lewat Pantura ya sendiri kurang lebih 1,2 juta. 

Sisanya ada yang jalur tengah kemudian selatan dan lain sebagainya total ada 500 ribu kurang lebih. Jadi total total 3,7 yang ada di Jabar," paparnya. 

Lebih lanjut, disinggung terkait armada bus, Heri juga memprediksi akan ada peningkatan disetiap terminal yang ada di Jawa Barat, kata dia 4.400 yang ada di indentifikasi di Jawa Barat. 

"Bus juga akan meningkat karena akan ada lonjakan penumpang di setiap terminal," kata Heri.

Sedangkan untuk  kerata api kata Heri ada 164 rangkaian plus 58 rangkaian lokal, dengan 60 ribu kapasitas penumpang setiap harinnya. Sementara itu untuk angkutan udara  sedikitnya ada 53 penerbangan dengan kapasitas kurang lebih 7.643 penumpang perhari. 

"Kami sudah siapkan semua angkutan di Jawa Barat ini lebih ke angkutan darat dan udara," katanya. 

Hery menambahkan, menurut survei dari Balitbang kementerian perhubungan memang ada 37 persen yang diprediksi perlu ada perbaikan agar laik jalan. "Itu angka ketika survei sebulan lalu. Mudah mudahan sudah ada survei perbaikan meningkat. Jadi yang laiknya ini kurang lebih 63 persen," ujarnya. 

Terkait kebencanaan, Heri juga mengungkapkan bahwa jalur di Jabar mayoritas jalur yang rawan bencana. Hal tersebut merujuk pada topografi wilayah yang memang  setiap tahunnya selalu terjadi bencana.

"Semuanya berpotensi bencana tapi dilihat dari peta itu jalur selatan dan tengah yang paling banyak pontensi rawan bencana," katanya. 

Dalam daerah yang rawan bencana itu adalah dari ekor musim hujan, karena meskipun kata BMKG Juni merupakan musim kemarau tapi masih harus di waspadai. 

"Masih harus waspada ini masuk dalam ekor musim penghujan, artinya kemungkinan masih ada hujan meskipun dalam intensitas kecil," kata dia. 

Kemudian ketika di singgung terkait jalan tol yang saat ini ada beberapa ruas sedang dialam perbaikan dan pembangunan. Dia menjelaskan, pihaknya dengan kementerian perhubungan, Jasa Marga serta pihak tol sudah menyiapkan antisipasi agar arus mudik tidak terganggu yang mengakibatkan kemacetan parah. 

"Semuanya sudah dihitung secara detail dari mulai jumlah kendaraan yang masuk per dekit hingga pengelolaan di rest area, bahkan one way dan tol get, saya pikir sudah bisa di antisipasi dengan baik, karena teknisnya sudah d atur sedemikian rupa," kata dia. 

 Heri mengimbau, kepada masyarakat agar tidak mengunakan kendaraan pribadi, pasalnya pemerintah sudah menyiapkan angkutan masal yang jumlahnya cukup banyak, bahkan bekerjasama dengan pihak swasta agar menyiapkan angkutan mudik, yang sistemnya dengan memberikan insentif atau diskon kepada para pegawainya yang hendak mudik. 

"Kami harap dengan ini bisa mengurangi kendaraan pribadi yang bisa mengurangi kemacetan," pungkasnya. (Rianto Nurdiansyah)