Situasi Tak Menentu, KAI Rekayasa Pola Operasi

Situasi Tak Menentu, KAI Rekayasa Pola Operasi
(Antara Foto)

INILAH, Jakarta- PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta membuat rekayasa pola operasi pengalihan lalu lintas kereta akibat aksi massa sejak Selasa (21/5) Rabu (22/5).

Aksi Massa disinyalir berpontensi menimbulkan kemacetan di beberapa ruas jalan di Jakarta, termasuk kawasan menuju Stasiun Gambir yang mengakibatkan calon penumpang KA terjebak macet dan kesulitan menuju stasiun tersebut.

Senior Manajer Humas Daop 1 Jakarta Eva Chariunisa dalam keterangannya di Jakarta, Rabu mengatakan mengantisipasi keterlambatan para calon penumpang kereta api (KA) tersebut, PT KAI Daop 1 Jakarta memberlakukan kebijakan rekayasa pola operasi yang dinamakan berhenti luar biasa (BLB).

Rekayasa pola operasi pemberangkatan KA ini akan dilakukan pada Rabu (22/5) mulai pukul 05.25 WIB sampai dengan pukul 23.00 WIB, berlaku mulai keberangkatan KA 20A (Argo Parahyangan) tujuan Bandung sampai dengan 7098 (Argo Parahyangan Tambahan) tujuan Bandung.

Keseluruhan, ada 33 KA keberangkatan dari Stasiun Gambir, yang akan direkayasa pola operasi pemberangkatannya dengan berhenti luar biasa di Stasiun Jatinegara.

“Biasanya KA yang berangkat dari Stasiun Gambir tidak berhenti di Stasiun Jatinegara, namun khusus hari ini, KA yang berangkat dari Stasiun Gambir akan berhenti juga di stasiun Jatinegara untuk proses naik-turun penumpang,” kata

Rekayasa pola tersebut untuk memudahkan calon penumpang KA yang kesulitan menuju Stasiun Gambir karena terkena imbas kemacetan.

“Sebagai alternatif mereka bisa berangkat dari Stasiun Jatinegara dengan rekayasa pola operasi pemberangkatan ini,” ucap Eva.

Rekayasa pola operasi ini tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya kerja sama dengan para calon penumpang.

Maka, PT KAI Daop 1 Jakarta pun mengimbau agar calon penumpang dapat mengantisipasi dengan mengecek kembali jadwal keberangkatan KA nya dan memperkirakan waktu keberangkatan KA mereka, sehingga tidak tertinggal.

"Kami juga menyiagakan petugas untuk membantu pelayanan penumpang di sana," kata Eva.