Aparat Gabungan Lakukan Penyekatan Massa di Terminal dan Stasiun Bogor

Aparat Gabungan Lakukan Penyekatan Massa di Terminal dan Stasiun Bogor
Aparat gabungan melakukan patroli dalam rangka antisipasi massa menuju Jakarta. (rizki mauludi)

INILAH, Bogor - Aparat Gabungan TNI, Polri dan Satpol PP Kota Bogor melakukan patroli skala besar dalam rangka antisipasi mobilisasi massa ke Jakarta mulai Selasa (21/5/2019) malam hingga Rabu (22/5/2019) pagi WIB. 

Kabagops Kompol Fajar Hari Kuncoro yang memimpin operasi dengan 222 personil gabungan mengatakan, penyekatan dibagi menjadi tiga titik. Yang pertama Simpang Lippo Plaza Ekalokasari, Kecamatan Bogor Timur, simpang Yasmin, Kecamatan Tanah Sareal, dan Stasiun Kreta Api Bogor. 

Aparat gabungan juga memeriksa seluruh kendaraan dan orang dengan antisipasi senjata tajam (Sajam), Senjata Api (Senpi), Minuman Keras (Miras), Narkoba dan benda berbahaya lainnya.

"Dilakukan patroli di seluruh wilayah Kota Bogor dengan antisipasi tawuran, balap liar dan pemuda yang berkumpul. Apabila ada pemuda yang berkumpul kami lakukan pengeledahan juga pembubaran," ungkap Fajar pada Rabu (22/5/2019).

Fajar melanjutkan, hasil pemeriksaan kendaraan didapati kendaraan pembawa ratusan botol miras jenis ciu dengan total 326 botol ukuran 1,5 liter. Hasil patroli skala besar diamankan puluhan remaja yang  diduga akan melaksanakan tawuran, karena didapati barang bukti Sajam berupa clurit, badik, samurai, parang dan tombak.

"Enam orang remaja tersebut diamankan ke Mako Polresta Bogor Kota dan diserahkan ke pihak Satreskim Polresta Bogor Kota," tambahnya.

Sementara itu Kapolresta Bogor Kota Kombes Polisi Hendri Fiuser mengatakan, kegiatan penyekatan masih dilakukan sampai kondisi Jakarta kondusif.

"Kami lakukan pemeriksaan di stasiun Bogor, terminal-terminal SeKota Bogor dan tempat lintasan di Yasmin dan Tajur, mengantisipasi massa yang membawa senjata tajam dan barang berbahaya lainnya. Kalau kedapatan akan diproses sesuai hukum yang berlaku," ungkap Hendri melalui keterangan Kasubag Humas Polresta Bogor Kota AKP Silfia Tanjung pada Rabu (22/5/2019) siang.

Hendri melanjutkan, apabila tidak ditemukan benda berbahaya, pihaknya mengimbau agar tidak berangkat ke Jakarta. Seandainya masaa tetap berangkat, kondisi tetap aman dan jangan membuat keributan di Jakarta.

"Saat ini Kota Bogor masih aman, seluruh aparat gabungan sebanyak 1.238 personil dari TNI, Polri, Satpol PP dan Dishub Kota Bogor. Titik penyekatan dijaga kurang lebih 75 sampai 100 orang personil. Ada patroli skala besar juga monitoring wilayah," tambahnya.

Sementara itu, Kasubag Humas Polresta Bogor Kota AKP Silfia Tanjung menambahkan, hasil patroli skala besar yaitu remaja yang kedapatan membawa Sajam saat ini masih dalam proses penyelidikan pihak Satreskim Polresta Bogor.

"Mereka didata dan didalami motifnya. Untuk perkembangan lebih lanjut siapa yang tersangka dan mana yang saksi akan disampaikan lebih lanjut. Kalau niat tawuran dan membawa Sajam akan langsung dilakukan proses penahanan, kalau hanya kedapatan nongkrong saja tidak membawa Sajam akan dilakukan imbauan kepada orang tuanya agar tidak nongkrong malam-malam," pungkasnya. (rizki Mauludi)

Loading...