PJT II Jatiluhur Lirik Pengembangan Usaha di DAS

PJT II Jatiluhur Lirik Pengembangan Usaha di DAS
Ilustrasi/Net

INILAH, Purwakarta - Perum Jasa Tirta (PJT) II Jatiluhur, berupaya menggali potensi di daerah aliran sungai (DAS) untuk pengembangan usaha. Salah satunya upaya yang akan dilakukan, yakni dengan menambah DAS yang akan dikelola.

Direktur Utama PJT II Jatiluhur, U Saefudin Noer, mengatakan, selama ini masih banyak DAS yang belum terkelola secara optimal. Padahal, DAS yang ada di Indonesia ini jumlahnya mencapai 126 titik.

"Selama ini, kami baru mengelola dua DAS. Yakni DAS Citarum dan DAS Ciliwung-Cisadane," ujar Saefudin, Rabu (22/5/2019).

Saefudin menjelaskan, saat ini pihaknya sedang melakukan kajian ke sejumlah DAS di berbagai wilayah. Tujuannya, tak lain untuk menggali potensi pendapatan negara.

"Kita baru dua DAS, sedangkan PJT I baru mengelola lima DAS. Dengan begitu, ratusan DAS lainnya belum termanfaatkan secara maksimal," jelas dia.

Menurut Saefudin, PJT sebagai perusahaan BUMN pengelola sumber daya air memiliki kewenangan memungut biaya jasa pengelolaan sumber daya air (BJPSDA) kepada pemanfaat sumber daya air. 

Nantinya, dari BJPSDA itu digunakan untuk kebutuhan operasional dan pemeliharaan sumber daya air yang ada. Adapun, usaha yang dikenakan biaya BJPSDA adalah PLTA, industri, PDAM, dan usaha pertanian di atas dua liter per detik. Sehingga, kedepannya perlu pengembangan usaha.

Terkait dengan kajian DAS ini, lanjutnya, beberapa sudah dilakukan. Seperti, di wilayah Banten, Lampung dan Sumatera Selatan. Selain itu, sambungnya, persiapan pengembangan PJT II juga dilakukan, dengan melihat laju pembangunan.

Dia menambahkan, di kepemimpinan Presiden Jokowi dan Wapres Jk, pemerintah telah membangun 65 bendungan baru di Indonesia. Bendungan tersebut, 90 persen difungsikan untuk menyediakan air pertanian. Lalu, sisanya untuk kepentingan industri dan air minum. (Asep Mulyana)