Pegiat UMKM Bogor Mulai Rambah Pasar Online

Pegiat UMKM Bogor Mulai Rambah Pasar Online
Acara copywriting JNE Ekspres dengan tema
INILAH, Bogor -  Para pegiat Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kota Bogor mulai melirik pasar online sebagai salah satu strategi pemasaran produknya. 
 
Hal tersebut, terungkap dalam acara copywriting JNE Ekspres dengan tema "Belanja Online di Social Media atau E-commerce" di Salak Tower Hotel Jalan Salak, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Rabu (14/11) malam WIB.
 
VP Of Marketing JNE, Eri Palgunadi mengatakan, pertumbuhan UMKM bisa semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan internet di Indonesia. Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggaraan Jasa Internet Indonesia (APJII), tercatat di tahun 2017 sudah ada 143 juta orang yang menggunakan internet.
 
"Untuk itu, UMKM perlu untuk mulai melirik pasar online sebagai salah satu strategi pemasaran produk masing-masing. Beragam pilihan platfrom juga semakin bertambah sebagai pilihan bagi UMKM untuk bisa memasarkan produknya. Mulai dari media sosial, E-commerce, hingga markeplace," ungkapnya.
 
Sementara itu, Co- Founder Sunkrips Sandra Alfina mengaku produknya sangat memanfaatkan media online untuk pemasaran sekaligus edukasi kepada konsumen. Sunkrips sendiri, merupakan salah satu produk camilan sehat berbasis sayuran.
 
"Untuk pemasaran produk Sunkrips, kami menggunakan Instagram sebagai platform utama untuk edukasi konsumen tentang produk Sunkrips kami dan juga pengetahuan sekitar MPASI serta ibu dan anak," ungkapnya.
 
Ia melanjutkan, melalui media online khusunya media sosial, Sunskrips menyajikan konten dengan kualitas baik secara konsisten. Tujuannya, menumbuhkan minat konsumen.
 
"Selain itu, pelayanan terhadap customer yang cepat tanggap dan bukan seperti robot juga menjadi salah satu faktor penting dalam pemasaran produk dan brand, untuk memberikan pengalaman terbaik bagi konsumen," tutur Sandra.
 
Sandra menjelaskan, budgeting pemasaran juga salah satu tantangan bagi dirinya. Karena menurutnya,   pemasaran brand dan produk tidak langsung dituai secara instan. Setiap customer memiliki perjalanan yang berbeda-beda untuk membeli suatu produk.
 
"Nanti hasilnya akan terasa, tidak secara langsung. Intinya untuk saat ini sangat efektif pemasaran secara online," terangnya.
Menanggapi hal itu, Tenaga Ahli Senior Perdagangan Sekretariat Roadmap E-commerce Kemenko Bidang Perekonomian RI, Mohamad Rosihan mengatakan, sistem perdagangan berbasis elektronik sangat berpotensi menjadi salah satu penggerak roda perekonomian nasional. 
 
Melihat potensi ini, pemerintah menganggap perlu mendorong percepatan dan pengembangan sistem perdagangan nasional berbasis elektronik.
 
"Untuk itu, presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Presiden (PerPres) No. 74 tahun 2017 tentang peta Jalan Sistem perdagangan Nasional Berbasis Elektronik (SPNBE) atau Road Map E- Commerce tahun 2017-2019 pada pertengahan tahun 2017 lalu. Dengan adanya peta jalan SPNBE 2017-2019 ini diharapkan transaksi perdagangan berbasis elektronik bisa lebih terarah persiapan dan pelaksanaan," tuturnya.