Bima Arya Segera Terbitkan Perwali Zakat

Bima Arya Segera Terbitkan Perwali Zakat
Wali Kota Bogor Bima Arya (kiri) segera menerbitkan perwali tentang zakat, infaq, dan shodaqoh bagi para ASN. (Rizki Mauludi)

INILAH, Bogor- Wali Kota Bogor Bima Arya akan segera menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwali) tentang zakat, infaq dan shodaqoh bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). 

Hal tersebut disampaikan Bima Arya di sela sosialisasi zakat mal bagi pejabat dan pengusaha di ruang Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor pada Rabu (22/5/2019) malam.

"Sejauh ini belum ada Perwali, sifatnya baru edaran. Tapi sekarang kami coba maksimalkan lagi. Kenapa? Karena APBD kami kan terbatas. Sedangkan kami banyak kebutuhan untuk pemberdayaan umat, rumah tidak layak huni, untuk fakir miskin, anak terlantar, pemberdayaan ekonomi warga, semua pokoknya," ungkap Bima kepada wartawan.

Bima melanjutkan, dirinya berhara, dengan akan ditandatanganinya Perwali tersebut bisa mengoptimalkan zakat profesi untuk ASN.Dia menargetkan penerimaan zakat yang lebih maksimal lagi dengan tiga hal. 

"Pertama adalah sosialisasi dan kampanye tentang konsep zakat kepada seluruh muslim di Kota Bogor agar paham mengapa mereka harus berzakat. Kedua, memperbaiki kelembagaan atau institusi zakatnya, jadi agar pengelolaannya lebih profesional. Serta ketiga, memaksimalkan aturan yang memungkinkan untuk memaksimalkan penerimaan zakat. Jadi saya putuskan untuk menandatangani nanti minggu depan Perwali yang mewajibkan dan akan memotong langsung secara otomatis zakat dari setiap penghasilan atau gaji dari ASN di Kota Bogor. Karena dimungkinkan secara aturan," bebernya.

Bima menegaskan, dengan adanya Perwali tersebut, diestimasi akan meningkatkan jumlah penerimaan zakat hingga Rp 9-11 miliar per tahunnya. 

"Semoga bisa dikelola dengan baik, disalurkan kepada yang berhak secara transparan. Kan nanti ada pertanggung jawaban semua," tegas Bima.

Bima juga mengaku, dalam kesempatan dibukanya stand bayar zakat di Balai Kota Bogor, dirinya bersama Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menyerahkan zakat mal dengan nilai yang tidak ia sebutkan. 

"Tadi bayar zakat juga, setelah dihitung-hitung kewajiban saya segitu. Itu 2,5 persen dari harta saya," terangnya.

Sementara itu, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bogor K.H. Achmad Chotib Malik mengapresiasi langkah Bima Arya yang akan menerbitkan Perwali tentang zakat bagi ASN tersebut.

"Sangat setuju, kami apresiasi itu. Sementara ini kan kita punya target per bulan antara Rp900 juta hingga Rp1,1 miliar. Tetapi kenyataan, kami baru menyentuh angka Rp900 jutaan itu per tahun. Sekarang dengan sikap wali kota ini mudah-mudahan bisa tercapai. Karena zakat ini dibutuhkan untuk masyarakat," ujar Chotib.

Ia melanjutkan, nanti zakat yang dihimpun akan disalurkan untuk 5 program yang telah disiapkan Baznas Kota Bogor. Seperti Bogor Sehat karena Baznas punya klinik Ibnu Sina, ada juga bantuan untuk pengobatan kanker warga Bogor yang tidak mampu. Kemudian ada Bogor Cerdas di mana kami menyiapkan beasiswa dari SD hingga S1, lalu honor bagi guru ngaji. Program lainnya adalah Bogor Berdakwah dengan melakukan renovasi bagi masjid dan mushola. 

"Kami juga bantu teman-teman ormas dan OKP Islam, majelis taklim berkaitan dengan hari besar Islam. Ada juga Bogor Peduli, kami bantu warga dengan paket sembako nyampe rumah (Senyum) sekarang ada 300 kaum ibu yang usianya 60 tahun ke atas yang menerima bantuan. Kami beri mereka setiap bulan sembako dan uang tunai. Kedepan, kami juga ingin mengembangkan program ekonomi. Jadi UKM UKM kami bantu. Kalau perlu kami buat semacam zona khusus untuk UMKM binaan Baznas," pungkasnya.(Rizki Mauludi)