Mulai 30 Mei, Angkutan Barang Dilarang Melintas

Mulai 30 Mei, Angkutan Barang Dilarang Melintas
(ilustrasi/antara)

INILAH, Cimahi- Terhitung dari 30 Mei hingga 10 Juni 2019, kendaraan angkutan barang dilarang melintas saat mudik dan libur Lebaran Idul Fitri 1440 H. 

Larangan melintas di jalan tol dan jalan nasional bagi kendaraan angkutan tercantum dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2019 Tentang Pengaturan Lalu Lintas Pada Masa Angkutan Lebaran Tahun 2019. Peraturan ini, berlaku untuk semua angkutan barang, kecuali BBM atau sembako.

Kesi Dinas Perhubungan Kota Cimahi, Ranto Sitanggang mengatakan, pembatasan operasional terhadap mobil barang di jalur mudik diterapkan untuk menjamin keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas dan angkutan jalan.

"Di Kota Cimahi, terdapat ruas jalan yang diberlakukan pebatasan operasional bagi angkutan barang selama massa Lebaran 2019 yaitu ruas Jenderal Amir Mahmud," terang Ranto, saat ditemui di Pemkot Cimahi, Jalan Demang Hardjakusumah, Kamis (23/5/2019).

Jenis kendaraan barang yang dibatasi operasionalnya pada masa angkutan lebaran tahun 2019 adalah mobil barang dengan sumbu tiga atau lebih, mobil barang dengan kereta tempelan, kereta gandengan, mobil barang yang digunakan untuk mengangkut bahan galian (tanah, pasir, batu), bahan tambang dan bahan bangunan.

Kendati begitu, pembatasan itu tidak berlaku bagi kendaraan pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM), barang ekspor dan impor, air minum dalam kemasan, ternak, pupuk, hantaran pos dan uang, barang-barang kebutuhan pokok seperti beras, tepung terigu. 

"Serta sayur, buah-buahan, daging, ikan, serta mobil pengangkut sepeda motor dalam rangka mudik gratis," beber Ranto.
Meskipun terdapat beberapa jenis kendaraan barang yang dikecualikan, dalam pelaksanaannya tetap harus dilengkapi dengan surat muatan yang diterbitkan oleh pemilik barang yang diangkut. Aturan itu sudah disampaikannya kepada para pemilik angkutan barang.

Sementara pembatasan operasional angkutan barang di jalan provinsi, lanjut Ranto, pihaknya masih menunggu kebijakan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Ada beberapa jalan di Kota Cimahi yang statusnya masuk jalan provinsi, yakni Jalan Kolonel Masturi, Jalan Kerkoff, Jalan Gatot Subroto dan Jalan Nanjung. (Ahmad Sayuti)