Pemprov Jabar Anggarkan Rp250 Miliar untuk THR

Pemprov Jabar Anggarkan Rp250 Miliar untuk THR
Sekda Jabar Iwa Karniwa. (istimewa)

INILAH, Bandung- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat mengalokasikan anggaran sekitar Rp250 miliar sebagai Tunjangan Hari Raya (THR) para ASN maupun non ASN di wilayah Jabar pada Idul Fitri tahun ini.

Pemprov juga telah menerbitkan peraturan gubernur (pergub) terkait pencairan THR untuk ASN dan non ASN.

"Totalnya, nilainya hampir sekitar Rp250 miliar untuk ASN dan non ASN. Non ASN ada di masing-masing dinas karena itu bekerja ada di DPA masing-masing. Tapi saya minta cairnya harus sama dengan ASN, satu bulan gaji," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Iwa Karniwa, di Gedung Sate Bandung, Kota Bandung, Kamis (23/5/2019).

Iwa bersyukur pergub terkait THR tersebut telah diterbitkan meskipun revisi Peraturan Pemerintah (PP) belum terlaksana.  Dengan begitu, Iwa katakan, THR untuk ASN dan non ASN akan diberikan pada Jumat, 24 Mei 2019. 

"Jadi Insya Allah untuk THR ASN bisa tepat waktu yakni tanggal 24 Mei termasuk juga untuk non ASN, itu sama satu bulan gaji. Sore sudah masuk ke rekening masing-masing," kata dia.

Lebih lanjut, pihaknya juga mengupayakan agar gaji agar gaji dan tunjangan ASN di bulan Juni dibayarkan pada 30 Mei. Mengingat pada lebaran kali ini cutinya cukup panjang yakni 10 hari terhitung dari tanggal 31 Mei sampai dengan 9 Juni 2019. Hal tersebut diusulkan kepada Kementerian Dalam Negeri RI dan berkoordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

"Biasanya untuk pembayaran gaji dan tunjangan tanggal 1 atau 2 kalau tanggal 1-nya minggu. Nah, karena mulai masuknya tanggal 10 kan jauh, maka kita usulkan tanggal 30 Mei sudah bisa dibayarkan," katanya.

Iwa berharap, usulannya ini bisa terealisasi, sehingga gaji dan tunjangan tidak usah nunggu pasca cuti bersama. "Itu kan bedanya sehari, mudah-mudahan lah diizinkan," katanya. 

Sebelumnya, Iwa menyampaikan, tidak ingin terjadi mal-adminstarsi untuk mengupayakan menarik gaji lebih awal dari biasanya tersebut. karena itu, dia akan menempuh pembicaraan sekaligus berkonsultasi kepada BPK dan Kemendagri. 

"Diusulkan (gaji bulan Juni) bisa dibayarkan tanggal 30 Mei. Dipercepat sehari. Jadi (bulan Mei) ada pembayaran tiga kali, pertama untuk (gaji) bulan Mei dan Juni dan THR," katanya.

Terkait THR, Iwa mengatakan para ASN bakal  menerima anggaran tersebut pada 24 Mei nanti. Di mana nominalnya akan seusai dengan aturan, yaitu satu bulan gaji satu komponen take home pay. Selain itu, Iwa katakan, para Tenaga Kerja Kontrak (TKK) di lingkungan Pemprov Jabar pun akan menerima THR tahun ini. Lantaran sudah ada aturan yang jelas bagi non-ASN tersebut.

"Semula kita ragu ASN itu dapat tapi non ASN belum, sekarang sudah ada aturan yang jelas sehingga kita mantap untuk merayakan bersama juga," katanya. (Rianto Nurdiansyah)