FPTK UPI Gelar Workshop Penyusunan Proposal Pembukaan Program Studi

FPTK UPI Gelar Workshop Penyusunan Proposal Pembukaan Program Studi
Dekan FPTK UPI Prof Dr Mokhammad Syaom Barliana, MPd, MT. (Net)

INILAH, Bandung - Departemen Pendidikan Teknik Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Universitas Pendidikan Indonesia (FPTK UPI) dalam waktu dekat akan membuka 2 program studi (prodi) baru, yaitu Prodi Magister Arsitektur dan Prodi Pendidikan Profesi Arsitek (PPArs). 

Dekan FPTK UPI Prof Dr Mokhammad Syaom Barliana, MPd, MT, mengungkapkan bahwa urgensi pembukaan program studi baru yang dimaksud adalah untuk memberikan layanan kepada para alumni FPTK dalam menyiapkan diri memasuki dunia kerja yang jumlahnya sangat banyak. 

"Ini merupakan program strategis mengantisipasi dan menjawab tantangan kebutuhan pasar akan tenaga profesional di bidang arsitektur baik melalui pendidikan profesi maupun program magister, ungkapnya. 

Dia menambahkan, pengajuan kedua prodi ini tentu harus diperkuat oleh potensi yang dimiliki baik sumber daya manusia maupun sumber daya material, sarana dan prasarana, untuk itu segala pertimbangan dan konsekuensi dari rancangan program ini menjadi pertimbangan tim.

“Beberapa pokok bahasan yang didiskusikan di antaranya target peserta yang akan mengikuti program studi insinyur, penyiapan sumber daya guna mendukung terbentuknya prodi, kualifikasi calon pengajar, capaian pembelajaran dan karakteristik dari Prodi Program Profesi Insinyur,” ujarnya.

Selain itu, katanya, dalam diskusi tersebut dibahas pula landasan awal yang diambil dalam pendirian prodi dan juga pemenuhan persyaratan minimum pendirian prodi. Pertanyaan dan tanggapan peserta workshop menjadi masukan dan bahan perhatian bagi tim penyusun proposal.

Proposal ditargetkan selesai dalam 2 bulan ke depan, yang kemudian diajukan ke Universitas. Proposal didasarkan pada pedoman yang berlaku, analisis kebutuhan dan analisis situasi yang secara komprehensif dalam penyusunannya.

"Adapun program pasca workshop yaitu merevisi isi dari proposal dengan mempertimbangkan masukan dan tanggapan yang diberikan para peserta dengan menyesuaikan dengan peraturan perundang-undangan yang ada saat ini," pungkasnya. (Okky Adiana)