DAM Berbagi Tips Aman Berkendara Motor

DAM Berbagi Tips Aman Berkendara Motor
Antara

INILAH, Bandung - Mudik Lebaran tahun ini tinggal menghitung hari. Pada arus pergerakan orang itu salah satunya mengendarai sepeda motor. Bahkan, moda transportasi roda dua ini masih menjadi favorit masyarakat yang berpindah dengan jarak tak terlalu jauh.

PT Daya Adicipta Motora (DAM) selaku distributor utama sepeda motor dan suku cadang Honda di Jabar berbagi tips cara berkendara yang aman dan nyaman ketika melakukan perjalanan mudik.

Manager Promosi DAM Demmy Firmansyah mengatakan, ada beragam pilihan cara untuk mudik. Salah satunya dengan menggunakan sepeda motor yang masih menjadi pilihan favorit bagi banyak pemudik di tahun ini. 

“Orang-orang yang memilih mudik menggunakan motor biasanya memiliki alasan tersend iri. Misalnya, karena butuh kendaraan yang bisa digunakan untuk berjalan-jalan di kampung halaman, atau karena sudah kehabisan tiket transportasi umum,” kata Demmy, Kamis (23/5/2019).
 
Menurutnya, ada beberapa tips yang wajib dilakukan para pengendara motor agar aman dan nyaman ketika melakukan perjalanan mudik. Setidaknya, terdapat tujuh tips mudik menggunakan sepeda motor yang sebaiknya diperhatikan.

Instruktur Safety Riding DAM Asep Wawan menyebutkan, melakukan pemeriksaan sepeda motor sebelum mudik merupakan hal yang paling penting dilakukan demi menjaga perjalanan aman dan nyaman. 

“Lakukan servis motor minimal 2 minggu sebelum rencana keberangkatan,” katanya. 
 
Selain itu, perlengkapan berkendara penting untuk diperhatikan. Mulai dari helm, jaket, dan sarung tangan. Sebelum berkendara, cek semua perlengkapan surat-surat, seperti Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), Surat Izin Mengemudi (SIM), dan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Dia pun menyebutkan, kendalikan kecepatan kendaraan disesuaikan dengan rambu-rambu batas kecepatan yang diizinkan. Rata-rata kecepatan maksimal antara 40-60 km/jam. Sepeda motor yang digunakan untuk mudik tidak disarankan membawa barang-barang terlalu banyak. 
“Yang paling penting, patuhi rambu-rambu lalu lintas selama perjalanan. Sebelumnya, rencanakan jalur perjalanan untuk mengukur waktu dan jarak tempuh, dan rencanakan jalur alternatif. Dan, hindari perjalanan pada malam hari karena perjalanan malam hari itu kondisi tubuh kontradiktif dengan waktu biologis,” tuturnya.