Volume Kendaraan di Jalan Arteri Bekasi Naik 30 Persen

Volume Kendaraan di Jalan Arteri Bekasi Naik 30 Persen
Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bekasi memproyeksi volume kendaraan di ruas jalur arteri Kabupaten Bekasi mengalami kenaikan 30 persen. (Antara Foto)

INILAH, Bekasi- Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bekasi memproyeksi volume kendaraan di ruas jalur arteri Kabupaten Bekasi mengalami kenaikan 30 persen.

Kenaikan tersebut merupakan dampak pemberlakuan sistem satu arah atau one way di ruas Tol Jakarta-Cikampek.

"Kemungkinan bakal terjadi kemacetan yang luar biasa akibat peningkatan volume kendaraan sekitar 30 persen di jalur arteri karena imbas kendaraan dari tol," kata Kabid Lalu Lintas pada Dishub Kabupaten Bekasi, Cecep Supriadi di Cikarang, Jawa Barat, Jumat (24/5/2019).

Cecep mengatakan dari KM 29 Gerbang Tol Cikarang Utama  samoai KM 262 Gerbang Tol  Brebes Barat akan diberlakukan searah ke arah timur pada tanggal 30 Mei-2 Juni 2019 mendatang selama 24 jam. Kebijakan ini membuat pengendara dari arah timur berpindah ke jalur arteri menuju arah barat.

Sebaliknya pada 8-10 Juni 2019 dari KM 188 Gerbang Tol Palimanan sampai KM 29 Gerbang Tol Cikarang Utama akan diberlakukan searah menuju barat. Kebijakan ini juga membuat pengendara dari arah barat menuju timur berpindah ke jalur arteri menuju arah timur.

Guna memperlancar jalan arteri atau jalur Pantura di wilayah setempat, Dinas Perhubungan bakal menutup tempat putaran balik atau u-turn. Tercatat ada 98 putaran balik kendaraan di sepanjang jalur Pantura di Kabupaten Bekasi.

"Jadi nanti kita tutup u-turn ataupun celah median jalan agar tidak terjadi hambatan," ungkapnya.

Dia menjelaskan, putaran balik itu berada di 12 jalur mudik di jalur Pantura. Adapun 12 titik jalur mudik itu adalah Jalan Diponegoro, Sultan Hasanudin, Teuku Umar, Imam Bonjol, Fatahillah, dan H. Oemar Said Cokroaminoto.

Kemudian Jalan Yos Sudarso, Gatot Subroto, RE Martadinata, Urip Sumoharjo, Rengas Bandung, serta Jalan Raya Pacing Bekasi.

"Sedangkan untuk jalur mudik di Jalan Raya Inspeksi Kalimalang tidak ada putaran balik kendaraan karena ruas jalannya hanya terdapat dua jalur," katanya.

Apabila saat arus mudik di jalur pantura mengalami kemacetan parah, pihaknya akan mengalihkan arus pengendara ke Jalan Raya Inspeksi Kalimalang.

"Saat ini Kementerian PUPR tengah melakukan perbaikan di sepanjang Jalan Inspeksi Kalimalang agar dapat dimanfaatkan dengan baik oleh pemudik saat arus mudik dan balik nanti," tandasnya.