Kembangkan Bakat Siswa di Bidang Jurnalistik

Kembangkan Bakat Siswa di Bidang Jurnalistik
Para siswa dan pembina ekskul jurnalisitik di SMP PGII 1 Bandung. (Okky Adiana)

TULIS Menulis menjadi kegiatan yang mengasyikkan bagi sejumlah siswa SMP PGII 1 Bandung. Mereka kerap kali membuat karya tulis seperti puisi, cerpen, dan lainnya. Kegiatan ini dibalut dalam satu organisasi bernama ekstrakurikuler (ekskul).

Wartawan, jurnalis atau pewarta adalah orang yang melakukan kegiatan jurnalistik. Mereka secara teratur menuliskan berita berupa laporan dan tulisannya yang dimuat di media masa secara teratur.

Namun apa jadinya jika siswa-siswi setingkat SMP melakukan kegiatan jurnalistik? Ya, tentu saja ini menjadi sesuatu yang menyenangkan bagi mereka.

Di sini mereka bisa mengembangkan bakat kemampuannya dalam hal tulis menulis, atau menganalisis sesuatu yang dirangkum menjadi sebuah informasi bagi warga lingkungan yang ada di sekolahnya.

SMP PGII 1 Bandung memiliki eksul Jurnalistik. Dalam kegiatan ini, siswa bisa belajar berbagai macam hal mengenai ilmu jurnalistik. Misalnya, pelatihan menulis cerpen, puisi, atau karya-karya tulis lainnya. 

"Sebetulnya kalau jurnalistik di SMP itu secara luas lebih ke keberanian anak-anak dalam hal menulis. Mereka (siswa) dapat mengembangkan idenya melalui gagasan. Misalnya menulis cerpen, puisi, dan lainnya yang berhubungan dengan kesastraan," kata Pembina Ekskul Jurnalistik SMP PGII 1 Bandung, Egi Arif Rahman kepada INILAH.

Hasil karya yang mereka buat, lanjut dia, nantinya akan dipajang di majalah dinding yang ada di lingkungan sekolah. Setiap bulannya ada tema yang diangkat. Mulai dari Hari Kartini, menyambut Bulan Suci Ramadan, dan lainnya.

"Seminggu sekali kita kumpul. Di situ kita sharing tentang puisi, cerpen, dan lainnya. Mereka juga belajar tentang berita-berita yang lagi hangat saat ini apa," ujarnya.

Egi Arif menambahkan, soal manfaat, siswa mendapatkan ilmu dan pengalaman yang mungkin saja tidak mereka dapatkan di tempat lain. Dalam hal tulis-menulis seperti cerpen ataupun puisi, menjadi pengalaman yang mengasyikkan bagi anak-anak setingkat SMP ini.

Selain itu, pengalaman berorganisasi dan bertukar pikiran sesama rekannya, menjadi hal yang menarik untuk terus dikembangkan oleh siswa-siswi ini.

"Ini adalah sebuah eksistensi siswa. Kami mewadahi potensi siswa di bidang kesastraan. Alhamdulillah mereka suka menulis dan mereka pun tertarik untuk belajar menulis," ucapnya.

Dia berharap, melalui ekskul jurnalistik yang ada di sekolahnya ini, anak-anak bisa lebih percaya diri untuk dapat mengembangkan potensinya di bidang yang sangat menarik ini.

"Di ekskul ini anak-anak bisa meningkatkan daya tulis, mereka bisa mengarsipkan karya tulisnya," tambahnya. (Okky Adiana)