Sinergi Jurnalistik dan Fotografi, Ekskul di SMP PGII 1 Bandung

Sinergi Jurnalistik dan Fotografi, Ekskul di SMP PGII 1 Bandung
Para siswa SMP PGII 1 Bandung yang mengikuti ekskul jurnalistik dan fotografi. (Okky Adiana)

SELAIN ekskul Jurnalistik, SMP PGII 1 Bandung, memiliki ekskul yang bernama Sandwich Fotografi. Ya, sesuai dengan namanya, ekskul ini fokus di bidang fotografi. Seperti apa?

Saling berkaitan. Ya, Sandwich Fotografi dan ekskul Jurnalistik memiliki aktivitasnya masing-masing. Jurnalistik lebih kepada menulis, sementara fotografi mengabadikan sejumlah foto dan momen yang menarik.

Kedua ekskul ini saling bersinergi dan memberikan kontribusi, baik bagi sekolah maupun bagi lingkungan sekolahnya.

"Hubungannya dengan jurnalistik, misalnya ada Hari Pahlawan dan ekskul Jurnalistik membutuhkan foto-fotonya, ya sudah kita bantu dengan mengabadikan momen sesuai dengan tema yang mereka angkat. Intinya kita saling bersinergi," kata Pembina Ekskul Fotografi, Yovan Fuji Wangga kepada INILAH.

Ekskul yang didirikan sekitar tahun 2000-an ini memiliki agenda kegiatan rutin. Sepekan sekali, mereka akan melaksanakan hunting foto di luar sekolah. Beberapa tempat yang menjadi targetnya adalah, taman tematik, dan beberapa tempat lainnya.

Beberapa target foto yang mereka ambil adalah foto jurnalistik, sosial, makro, dan lainnya. Ini dilakukan agar siswa terbiasa menangkap momen yang baik saat mengambil foto.

"Selain membantu teman-teman di jurnalistik, sebetulnya kegiatan kita ini untuk mendukung kegiatan sekolah. Misal sekolah butuh foto, nanti anak-anak yang fotonya. Selain itu, kegiatan ini juga untuk mewadahi hobi siswa di bidang fotografi," paparnya.

Dia menambahkan, ekskul fotografi yang ada di sekolahnya ini, tak mewajibkan siswa harus memakai kamera profesional, sebagian dari mereka ada juga yang memakai kamera ponselnya.

"Siapa yang berminat silakan saja masuk ekskul ini. Tak harus pakai kamera yang sungguhan. Di sini kita belajar bersama," ujarnya.

Dia menilai, sejauh ini ketertarikan siswa terhadap ekskul fotografi maupun jurnalistik cukup baik. Mereka terlihat senang saat kegiatan berlangsung. Tak sedikit dari siswa ini belajar dengan sungguh-sungguh, baik dalam hal membuat puisi, cerpen, kegiatan fotografi dan lainnya.

"Ketertarikan anak-anak saya lihat cukup antusias. Biasanya kan anak-anak suka selfie, kita arahkan ke kebutuhan yang lebih manfaat. Ternyata mereka senang," ucapnya.

Dia berharap, keberadaan ekskul fotografi maupun jurnalistik, bisa menjadi wadah yang tepat bagi siswa untuk menggali potensinya. Anak lebih peka dengan kemampuan dirinya dan tentunya bisa mendokumentasikan dan memaksimalkan media yang ada. 

"Mudah-mudahan dengan adanya ekskul ini siswa bisa memanfaatkannya dengan baik. Mereka bisa mendapatkan ilmu di dunia jurnalistik ini," tambahnya. (Okky Adiana)