Idul Fitri 1440 H, PLN Pasok Listrik 11.933 MW

Idul Fitri 1440 H, PLN Pasok Listrik 11.933 MW
Foto: Syamsuddin Nasoetion

INILAH, Bandung - Tingkat konsumsi listrik masyarakat pada Lebaran 1440 H ini diprediksi meningkat sekitar 10%. Pembagiannya, beban puncak pada siang hari naik 7% sebesar 3.429 MWdan beban puncak pada malam hari meningkat 3% sebesar 4.335 MW.

Senior Manajer Unit Induk Distribusi (UID) PLN Jabar Hendra Slamet Rijadi mengatakan, prediksi tersebut masih di bawah daya pasok yang dimiliki. Pasalnya, di kedua beban puncak itu terhitung hanya sebesar 7.764 MW.

"Untuk daya pasok pada Idul Fitri 1440 H, kita mampu memasok sebesar 11.933 MW. Artinya, daya mampu pasok kita siap untuk menunjang selama Lebaran," kata Slamet di Bandung, Jumat (24/5/2019).

Menurutnya, pada saat itu konsumsi listrik mengalami penurunan terutama di sektor industri dan perkantoran. Meski demikian, beberapa daerah non-kawasan industri diprediksi beban puncaknya relatif stabil bahkan cenderung meningkat.

Sejumlah daerah itu antara lain Tasikmalaya, Garut, Cirebon, Cianjur, dan Sukabumi. Beban puncak di daerah tersebut cenderung meningkat karena merupakan daerah tujuan para pemudik dari kota besar seperti Jakarta, Bandung, Bekasi, Bogor, dna sekitarnya.

Secara umum, dia menyebutkan pihaknya melakukan sejumlah langkah untuk keandalan pasokan listrik. PLN UID Jabar meniadakan segala bentuk kegiatan pemeliharaan selama periode H-7 hingga H+7.

Selain itu, distributor ketenagalistrikan menyiapkan Siaga Gangguan di sejumlah posko. Rinciannya, 1 Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) sebagai posko induk, 17 Unit Pelaksana pelayanan Pelanggan (UP3) sebagau posko utama, 93 Unit Layanan Pelanggan (ULP), dan 193 posko sub unit KP.

“Terkait jumlahpersonel yangdisiagakan untuk menjamin keandalan pasokan listrik selama Lebaran itu sejumlah 3.017 petugas,” tambahnya seraya menyebutkan pihaknya pun menyediakan posko mudik untuk masyarakat sebanyak 46 titik sepanjang Pulau Jawa.

Untuk wilayah Jabar posko mudik itu berada di 19 titik. Guna menunjang keandalan listrik itu PLN menyediakan 560 uni tkendaraan, 35 unit genset, 18 unit mobil crane, 92 unit UGB, 9 unit mobil detekdi, dan 4 unit deteksi portable.

Selama Idul Fitri 1440 H itu, pihaknya menginvestarisir sebanyak 1.120 lokasi di 17 area kerja di wilayah Jawa Barat. Lokasi itu terdiri dari objek vital, tempat pelaksanaan salat id, serta tempat-tempat mudik seperti bandara, stasiun, terminal, dll.

Hendra menambahkan, mulai 3 Juni diperkirakan beban pemakaian listrik cenderung menurun. Hal itu menyusul adanya kebijakan cuti bersama yang menyebabkan industri,perkantoran, dan sebagian pelanggan komersial sudah meliburkan aktivitasnya. Diperkirakan, kondisi beban itu akan kembali normal normal di H+4 hingga H+7 Lebaran.

Dia pun mengimbau masyarakat melakukan sejumlah tips aman meninggalkan tempat tinggal. Antara lain, mematikan alat elektronik yang tidak diperlukan, menyalakan lampu secukupnya, dan mencabut colokan listrik yang tidak diperlukan. Plus, token listrik dipastikan sudah terisi cukup hingga akhir masa mudik.

“Bagi pelanggan pascabayat,lebih baik embayar listrik di awal bulan sebelum tanggal 20. Itu dilakukan agar terhindar dari denda keterlambatan dan pemutusan listrik akibat keterlambatan pembayaran,” ucapnya.