Dinkes: Ribuan Dokter dan Perawat Siaga Saat Mudik

Dinkes: Ribuan Dokter dan Perawat Siaga Saat Mudik
Kepala Bidang Pelayanan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Rita Kartika. (Agung Budiana)

INILAH, Bandung - Menjelang arus mudik Lebaran 2019, Dinas Kesehatan Jawa Barat menyiagakan dokter dan perawat untuk persiapan kebutuhan masyarakat saat mudik yang tersebar di kota/kabupaten di Jawa Barat.

Kepala Bidang Pelayanan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Rita Kartika mengatakan, pihaknya menyiapkan petugas dengan sarana kesehatan untuk melayani di pusat layanan kesehatan.

"Sudah ada surat edaran ke 27 kota/kabupaten untuk persiapan tim kesehatan, agar setiap daerah menyiapkan tim kesehatan di pusat pelayanan kesehatan," katanya di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Kota Bandung, Jumat (24/5/2019).

Menurut Rita, pusat pelayanan kesehatan tersebut seperti Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), dan posko kesehatan contohnya seperti di rest area yang tenaga medisnya mencapai ribuan.

"Tenaga medis yang seperti perawat 4.759, untuk dokternya 1.123, lalu supir dan tenaga kesehatan lainnya 2.554," katanya.

Persiapan posko kesehatan tersebut, menurut Rita, juga mengatakan akan ditingkatkan, minimal obat-obatan dasar pasti tersedia di tiap posko tersebut.

"Minimal obat-obatan untuk pertolongan pertama juga harus ada, ditakutkan kan ada kejadian atau bencana, seperti tahun lalu yang di Cicalengka banyak korban akibat miras oplosan," ujarnya.

Fasilitas Public Safety Center (PSC) juga ditingkatkan, untuk setiap kota/kabupaten akan diminta untuk terus meng-update data, seperti apa yang terjadi di posko kesehatan.

"PSC kan dari pusat, untuk tiap daerah yang sudah ada Kabupaten dan Kota Bekasi, Kota Depok, Kabupaten Garut, Kabupaten Sumedang, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Karawang, dan Kota Bandung," katanya.

Menurut Rita, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Kepolisian dan Dinas Perhubungan untuk update data seperti kecelakaan atau jika ada bencana untuk evakuasi korban.

"Kita akan terus memantau, seperti ambulans motor yang tidak semua daerah punya, kalau saat macet kan mobil ambulans pakai sirene juga susah nembus kemacetannya, seperti di Cipali yang sebelum Lebaran kan sudah panjang antreannya," katanya. (Agung Budiana)