Mudik Lebaran 2019, Dokkes Polda Jabar Patroli Cek Kesehatan Petugas

Mudik Lebaran 2019, Dokkes Polda Jabar Patroli Cek Kesehatan Petugas
Foto: Agung Fitu Budiana

INILAH, Bandung - Kepala Bidang Dokkes Polda Jawa Barat Kombes Pol Arios Bismark mengatakan, pada mudik Lebaran 2019 ini pihaknya menyiapkan tim yang terdiri dari dokter dan perawat untuk menopang kesehatan polisi atau petugas kesehatan yang bertugas nanti.

"Di tiap Polres itu disiapkan FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama) semacam puskesmas kita, dari Polda akan membackup dan melaksanakan patroli kesehatan juga," katanya di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Kota Bandung, Jumat (24/5/2019).

Patroli kesehatan yang akan dilakukan yakni agar bisa menjangkau daerah tergantung situasi dan kondisi, atau jika ada kejadian tak terduga seperti musibah.

"Tim patroli ini rutin, diadakan karena kita terbatas personil dan sarana prasana seperti obat-obatan, jadi kita laksanakan patroli agar bisa menjangkau semua pos, satu tim itu ada perawat dan dokter," ucap Arios.

Lanjut dia, pihaknya menargetkan utamanya ke petugas kepolisian, namun tidak menutup kemungkinan akan melayani masyarakat juga yang dimulai pada H-7 hingga H+7 Lebaran 2019.

"Target utama kita petugas kepolisian, tapi misal ada kecelakaan saat patroli tersebut, kita langsung bantu," katanya.

Arios menambahkan pos kesehatan juga diperlukan petugas yang berjaga di titik rawan seperti di pos Cileunyi, Nagreg, Limbangan, Cipali, dan Cikopo.

"Minimal di masing-masing Polres ada lima sampai enam pos, atau paling sedikit dua pos tergantung daerah dan kerawanannya disesuaikan," katanya.

Dia juga mengimbau para tenaga kesehatan atau petugas kesehatan yang bertugas nanti untuk menjaga kesehatan diri sendiri dulu, serta para pemudik juga harus mengikuti aturan rambu lalu lintas.

"Yang utama harus jaga kesehatan diri dulu, gimana mau kerja kalo tidak sehat kan, petugas kami juga sebelumnya sudah dilakukan pemeriksaan kesehatan dan cek kesehatan secara berkala. Untuk pemudik juga jangan sampai menyebabkan kemacetan seperti berhenti di jalan tol, kan beberapa arus alu lintas juga sudah diatur one way," katanya. (Agung Budiana)