Ngabako, Ngabuburit Ala Ilmu Komunikasi Fisip Unpas

Ngabako, Ngabuburit Ala Ilmu Komunikasi Fisip Unpas
Ilmu Komunikasi Fisip Unpas menggelar Ngobrol Kajian bareng Laboratorium Komunikasi (Ngabako) edisi Ngabuburit. Acara ini digelar Jalan Lengkong Tengah, Kota Bandung./Okky Adiana

INILAH, Bandung-Ilmu Komunikasi Fisip Unpas menggelar Ngobrol Kajian bareng Laboratorium Komunikasi (Ngabako) edisi Ngabuburit. Acara ini digelar Jalan Lengkong Tengah, Kota Bandung.

Ada tujuh pembahasan dalam Laboratorium Ilmu Komunikasi Fisip Unpas, yaitu Praktik Drone, Kajian Digital Marketing, Kajian Public Speaking, Kajian Video Jurnalistik, Praktik Pembuatan Film Pendek, Praktik MC bersama Pasundan Radio, Praktik Foto Jurnalistik.

Koordinator Laboratorium Ilmu Komunikasi Fisip Unpas, Vera Hermawan, S.I.Kom., M.I.Kom., mengatakan, sinergitas praktik pada laboraturium program studi di elaborasikan dengan kebutuhan industri komunikasi, misalkan dengan diadakannya Laboratorium Design grafis, idealnya mahasiswa mesti memiliki soft skill membuat konten kreatif untuk kebutuhan digital marketing hari ini. 

"Apalagi, di era 4.0 semua serba terkoneksi dengan internet, konsumen dan penyedia barang langsung berhadapan tanpa memiliki toko/bangunan konvensional untuk mendisplay dagangannya," ujar Vera kepada INILAHKORAN.

Selain itu kata dia, keberadaan laboratorium fotografi dalam pengembangan hadirnya teknologi dan kebutuhan hari ini, hadir inovasi baru dengan munculnya Drone. Dalam inovasinya video dan kamera bisa disatukan dalam satu alat ini, diterbangkan diatas gedung Fisip Unpas, dimana public bisa melihat seluruh bagian secara detail.

Selain itu lanjut Vera, Public Speaking dan MC adalah kesatuan yang tak bisa dipisahkan dalam menghadapi klien dan public, soft skill itu menjadi keahlian konsentrasi public relation ilmu komunikasi Fisip Unpas.

Keunggulan lainnya dari Laboraturium Ilmu Komunikasi Fisip Unpas, yaitu perencanaan praktek dalam pembuatan film. Output dari laboratorium ini, mahasiswa tidak hanya mampu membuat film, tetapi pembuatan Iklan, company profile, city branding dan juga pembuatan video klip yang menjadi trend mahasiwa.

Keunggulan lainnya menjadi akhir dari laboratorium Komunikasi, dimana mampu melahirkan insan jurnalistik yang memahami kebutuhan industri media. 

"Soft skill ini terbentuk akibat adanya ruang kajian diskusi fotografi jurnalistik, video jurnalistik bahkan news room sebagai ruang analisis media untuk mendapatkan angle / isu yang menarik untuk kebutuhan konten di media massa, baik cetak, elektronik bahkan online," katanya.

Dia mengungkapkan, obrolan lepas merupakan pengejewantahan budaya tutur lisan di tanah Pasundan. Obrolan atau istilah lainnya adalah diskusi akan mengalir seperti air sehingga menghasilkan ide-ide baru, atau bahkan guyonan orisinil dari hasil obrolan yang mengandung banyak ilmu. 

Budaya ngobrol di lingkungan akademik tentu mengandung muatan ilmu, saling bertukar pikiran dan sebagai bentuk pemberdayaan bagi mahasiswa serta sivitas akademika lainnya. 

"Oleh karena itu, kami selaku pengelola laboraturium prodi Ilmu Komunikasi Fisip Unpas, berinisiatif melaksanakan program Ngabako dalam suasana santai dan penuh kekeluargaan," tutur Vera.

Dia berharap, tukar pikiran itu terkait dengan kajian Ilmu Komunikasi yang kemudian akan terlahir ide dan gagasan baru dalam khasanah keilmuan. (Okky Adiana).