Taman Sribaduga Purwakarta Butuh Revitalisasi Total

Taman Sribaduga Purwakarta Butuh Revitalisasi Total
Taman Sribaduga Purwakarta. (Net)

INILAH, Purwakarta - Air mancur menari dan areal Taman Sribaduga (Situ Buleud) Kabupaten Purwakarta butuh perhatian. Pasalnya, ada beberapa fasilitas di taman aktif besar ini dalam kondisi rusak.

Salah satu kerusakannya, seperti terlihat pada bangku penonton yang terdapat di sekeliling Situ Buleud. Banyak bangku yang kondisinya patah. Bahkan, yang kelihatan masih bagus ternyata sudah rapuh dimakan usia.

Tak hanya itu, pengelola pariwisata daerah pun saat ini sedang ketar-ketir. Pasalnya, sejumlah komponen mekanikal elektrik untuk pengoperasian air mancur menari di lokasi itu juga mengalami kerusakan. 

Kepala Bidang Pariwisata, Disporaparbud Purwakarta, Irfan Suryana menuturkan, dari hasil pemeriksaan timnya, kerusakan komponen ini terjadi di zona 1 elektrikal yang memakai kabel fiber optik. Serta, zona 4 yang meliputi mesin pompa air. 

"Komponen tersebut fungsinya untuk menggerakkan tirai air. Namun, karena saat ini tidak berfungsi normal, jadi tirainya tak bisa menari," ujar Irfan belum lama ini.

Selain itu, sambung dia, kerusakan juga terjadi di pipa saluran air karena faktor korosi. Menurut dia, jika seluruh kerusakan ini dibiarkan, khawatir malah tambah parah. Karena, dipastikan pipa tersebut tak akan kuat menahan tekanan air. "Intinya sudah harus ada perawatan," tegas Irfan. 

Dia menjelaskan, secara teknis pemeliharaan Taman Sribaduga dilakukan oleh lintas instansi. Adapun untuk perbaikan sendiri, leading sektornya ada di Dinas Tata Ruang dan Pemukiman. Karena, dalam hal ini jajarannya hanya selaku operator saja.

Sementara itu, Kabid Pertamanan dan PJU, Distarkim Kabupaten Purwakarta, Kosasih mengakui, jika selama ini untuk pemeliharaan Taman Sribaduga menjadi tanggung jawab dinasnya. Pihaknya pun mengakui terkait kondisi rusaknya beberapa fasilitas di lokasi itu.

Memang, kata dia, sejak pembangunannya tahun 2014 dan peresmian pada 2017 lalu, sampai saat ini belum ada perbaikan lagi yang dilakukan oleh pemerintah.

"Memang sudah butuh perhatian. Tahun ini kami sudah siapkan anggaran untuk perbaikan ini," ujar Kosasih kepada INILAH, akhir pekan kemarin.

Dia menjelaskan, sejauh ini air mancur masih bisa dioperasikan. Tapi memang sudah tidak maksimal seperti awal dibuka beberapa tahun lalu. Adapun kerusakan pada komponen penggerak tirai air, tak lain akibat faktor korosi.

Terkait alokasi anggaran yang disiapkan untuk perbaikan ini, kata dia, yakni mencapai Rp800 juta. Dengan rincian, Rp400 juta untuk perbaikan mekanikal elektrik, sisanya atau Rp400 juta lagi untuk perbaikan seluruh bangku penonton. "Kami juga berencana membangun ruang khusus menyusui (laktasi)," tambah dia.

Kosasih menambahkan, sebenarnya jika berbicara dari sisi keamanan, seluruh fasilitas di Taman Sribaduga ini sudah harus direvitalisasi seluruhnya, terutama komponen-komponen yang bersentuhan langsung dengan air Situ.

"Sebenarnya memang sudah harus direvitalisasi. Pertama kan sudah lama sekali pipa-pipa dan tiang penyangga panggung di tengah situ itu terendam air. Khawatir korosi kan, nanti ambruk. Atau pipa yang menahan tekanan airnya pecah," jelas dia.

Dia kembali menambahkan, dari hitungan dinasnya untuk revitalisasi ini perlu biaya sekitar Rp15-20 miliar. Pihaknya berencana akan mengusulkan upayanya ini di tahun depan. (Asep Mulyana)