Sarung Majalaya Keteteran Sarung Impor China

Sarung Majalaya Keteteran Sarung Impor China
Ilustrasi/ANTARA FOTO

INILAH,Bandung- Bulan Ramadan menjadi salah satu musim panen bagi para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) produksi sarung di Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung. Tapi, tiga tahun terakhir ini lesu.

Ya, sejak tiga tahun terakhir serbuan sarung produksi Cina ke tanah air membuat usaha sarung rumahan yang sudah berlangsung puluhan tahun di Majalaya itu ketar-ketir.

"Biasanya setiap Ramadan kami sibuk menerima pesanan. Tapi sekarang ini saya dan pelaku usaha sarung lainnya di Majalaya tidak merasakan peningkatan omzet," kata salah seorang pengusaha sarung Majalaya, Agus Ruslan.

Serbuan sarung produk Cina, kata Agus, diduga sebagai penyebab sepinya usaha mereka sejak tiga tahun terakhir ini. Batapa tidak, sarung produk impor sarung dari Cina dijual dengan harga lebih murah. Sehingga, sarung produksi Majalaya tergulung oleh produk impor.

Namun memang, lanjut Agus, produk impor dari negeri tirai bambu tersebut tidak laku di pasaran, karena kualitasnya jauh dibawah sarung Majalaya. Sehingga tidak terlalu berpengaruh terhadap omset IKM tekstil Majalaya.

"Tiga tahun lalu mulai datang sarung impor dari cina. Mungkin mereka ujicoba dulu dan ternyata tidak laku. Sekarang mereka telah mengetahui pasar kita, datang lagi produk yang sama dengan harga lebih murah,"ujarnya.

Bukan hanya kesamaan dalam produk dan harga lebih murah. Sarung Majalaya  impor dari Cina juga mempunyai merek dagang yang disesuaikan dengan merek-merek dagang yang ada di Indonesia.

Agus mengatakan, dengan datangnya produk sarung dari Cina, membuat banyak IKM di Majalaya menjadi kehilangan omset saat ramadan.

Membanjirnya produk tekstil impor tersebut, kata Agus terjadi setelah pemerintah membuat kebijakan yang membuka keran impor bagi pedagang pemegang izin angka pengenal importir umum. Yakni, diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 64 Tahun 2017.(Rd Dani R Nugraha).