Gerah Pasca-pemilu, Rindu Menanti Eksekusi Halte Inspirasi*

Gerah Pasca-pemilu, Rindu Menanti Eksekusi Halte Inspirasi*
Rianto Nurdiansyah

INILAH, Bandung- Kita masih berjuang untuk menjadi tuan rumah di negeri sendiri tanyakan pada diri "Apa yang sudah saya berikan untuk bangsa ini?" Muhammad Hatta 12 Agustus 1902-14 Maret 1980.

Tulisan di atas tampak pada striker berukuran 1,5x1,7 meter yang terpampang pada Halte di kawasan Buahbatu, Kota Bandung. Pun terlihat jelas wajah Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia (RI) pertama tersebut dengan desain pop Art yang warna-warni.

Bukan Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Bandung yang mempercantik sarana publik ini menjadi Halte Inspirasi. Namun ide itu berasal dari sekelompok masyarakat yang mengusung semangat Radikal Santai dalam menebar virus literasi  guna menyebarkan inspirasi dan inovasi untuk Ibu Pertiwi. Mereka menyebutnya komunitas Rindu Menanti.

Penggagas Rindu Menanti Rosihan Fahmi mengatakan, gagasan Halte Inspirasi ini muncul sejak satu tahun terakhir. Di mana sebelumnya, Rindu Menanti telah mengggaungkan halte sastra pada belasan pemberhentian angkutan umum di Kota Bandung.

"Kenapa hari ini (Halte Inspirasi) kita eksekusi karena dengan situasi hari ini terutama pasca pemilu itu yang bikin kita gerah," ujar Fahmi, Minggu (26/5/2019) malam. 

Fahmi sampaikan, komunitasnya merasa perlu turut bersuara lewat cara yang menginspirasi dalam menyikapi kondisi Indonesia dewasa ini. Di mana perbedaan pendapat, agama hingga haluan politik berpotensi memicu perpecahan. 

Karena itu, untuk Halte Inspirasi yang pertama ini pihaknya berupaya menghadirkan sosok Muhammad Hatta yang dianggap sebagai tokoh inspiratif. Sebab sangat peduli pada urusan kebangsaan dan persatuan.

"Saya melihat Muhammad Hatta ini, jangankan orang lain, bahkan keluarganya menjadi urusan yang kesekian karena urusan nomor satu yaitu kepada negara," katanya.

Halte Inspirasi ini, lanjut Fahmi, mengandung nilai-nilai yang cukup luhur. Sedikitnya ada empat pondasi, yakni perdamaian, kebebasan, kemanusiaan dan kebahagiaan masyarkat. Komunitas Rindu Menanti sepakat bahwa kesatuan Indonesia adalah hal utama dibandingkan kepentingan kelompok.  

"Friksi-friksi antar agama, bahkan sesama agama satu kelompok pun akhir akhir ini sudah sangat menghawatirkan bagi saya. Siapun dia, apapun dia mari kita bareng-bareng untuk mempersatukan bangsa. Situasi hari ini jangan dibikin sakit tambah sakit," paparnya.

Pihaknya khawatir bilamana situasi di Indonesia yang cenderung memanas pasca-pemilihan umum 2019 ini akan terus berlanjut. Mengingat, sempat terjadi kerusuhan hingga jatuhnya korban pada 22 Mei lalu di Jakarta. "Daripada kita sibuk berantem lebih baik kita sibuk saling membangun inspirasi, saling memberikan kebaikan kepada hal lain," katanya. 

Pria karib disapa Ami ini mengatakan, pihaknya sengaja membuat gerakan di halte untuk menyasar pada mahasiswa dan juga kaum Emak-emak yang notabene paling banyak menggunakan sarana publik tersebut. Terlebih keduanya diharapkan memiliki peran yang besar menjaga kesatuan bangsa. 

"Mudah mudahan itu para pelajar ibu-ibu menjadi bagian penjaga dari situasi saat ini. Penjaga moral, penjaga bangsa dan seterusnya, itu yang kita harapkan," ucapnya.

Rencananya, setiap bulan terdapat satu Halte Inspirasi yang didirikan oleh Rindu Menanti. Nantinya akan mengangkat tokoh yang berbeda-beda namun memiliki spirit dalam mempersatukan bangsa. 

Ami tambahkan, komunitasnya tidak sekadar menempelkan stiker pada halte yang dirasa banyak digunakan oleh masyarkat. Namun sebelumnya akan mempelajari terlebih dulu setiap tokoh yang akan diangkat. 

"Kita elaborasi tentang tokoh yang kita tempel. Kita berusaha berdiskusi dulu siapa tokoh yang layak sambil kita mengambil ruh-ruh kebaikan dari merekanya," katanya.

Setiap kegiatan yang dilakukan oleh Rindu Menanti, nantinya akan direfleksikan menjadi sebuah jurnal yang ditulis secara bersama-sama. Hal tersebut dilakukan sebagai bahan evaluasi dalam setiap tahunnya. Sejauh ini komunitas yang dibentuk tahun 2015 ini telah menelurkan dua karya tulis, pertama berjudul 'Halte Impian' dan 'Halte Sastra'. Adapun relawan dari Rindu Menanti terdiri dari mahasiswa, mantan mahasiswa hingga yang sudah berkeluarga. 

"Kita bukan hanya di halte saja kita juga bikin sejumlah media yang lain seperti film pendek, itu juga sebagai media kita untuk menggunakan media sosial media audio sosial untuk menebarkan inspirasi kebaikan, khususnya tentang litarerasi, kebersihan terutama tentang kemanusiaan," pungkas Ami. (Rianto Nurdiansyah)