Sejumlah Fasilitas Rusak, Taman Sribaduga Purwakarta Butuh Renovasi

Sejumlah Fasilitas Rusak, Taman Sribaduga Purwakarta Butuh Renovasi
Area wisata Taman Sribaduga (Situ Buleud) Kabupaten Purwakarta, butuh revitalisasi total. Mengingat, ada beberapa fasilitas di taman aktif besar ini dalam kondisi rusak./net

INILAH, Purwakarta - Area wisata Taman Sribaduga (Situ Buleud) Kabupaten Purwakarta, butuh revitalisasi total. Mengingat, ada beberapa fasilitas di taman aktif besar ini dalam kondisi rusak.

Kabid Pertamanan dan PJU, Distarkim Kabupaten Purwakarta, Kosasih menjelaskan, terkait kondisi rusaknya beberapa fasilitas di lokasi itu pihaknya akan mengusulkan supaya ada revitalisasi total.

"Memang sudah butuh perhatian khusus. Apalagi, sejak pembangunan awal pada 2014 lalu, sampai saat ini belum ada perbaikan lagi yang dilakukan oleh pemerintah," ujar Kosasih kepada INILAH.

Dia menjelaskan, sebenarnya jika berbicara dari sisi keamaman, seluruh fasilitas di Taman Sribaduga ini sudah harus direvitalisasi seluruhnya. Terutama, komponen-komponen yang bersentuhan langsung dengan air Situ.

"Sebenarnya memang sudah harus direvitalisasi. Pertama kan sudah lama sekali pipa-pipa dan tiang penyangga panggung di tengah situ itu terendam air. Khawatir korosi kan, nanti ambruk. Atau pipa yang menahan tekanan airnya pecah," jelas dia.

Dia kembali menambahkan, dari hitungan dinasnya untuk revitalisasi ini perlu biaya sekitar Rp 15-20 miliar. Pihaknya berencana akan mengusulkan upayanya ini di tahun depan.

Selain usulan revitalisasi, sebagai salah satu dinas yang mengelola taman besar itu, jajarannya akan menggulirkan terobosan-terobosan baru, guna mempertahankan kemasyuran air mancurnya itu. 

"Selama ini, mungkin pertunjukan Air Mancur yang jadi primadona. Tapi lihat, daerah lain pun saat ini sudah mengembangkannya. Kalau tidak berinovasi, apakah kita siap bersaing dengan daerah lain?," seloroh dia.

Menurut dia, pengembangan inovasi baru di areal Taman Sribaduga ini sangat penting dilakukan. Salah satu tujuannya, supaya para pengunjung tak jenuh dengan sarana itu-itu saja. (Asep Mulyana)