Tingkat Partisipasi Pemilih Kota Bogor Terbaik se-Indonesia

Tingkat Partisipasi Pemilih Kota Bogor Terbaik se-Indonesia
Ilustrasi/ANTARA FOTO

INILAH, Bogor - Tingkat partisipasi masyarakat dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 yang di gelar KPU Kota Bogor lebih tinggi daripada KPU RI atau daerah-daerah lainnya. 

Capaian ini menjadi apresiasi bagi masyarakat Kota Bogor yang menginginkan proses demokrasi berjalan dengan baik serta kondusif. 

"Kita tahu tingkat partisipasi nasional adalah 81,9 persen. Pencapaian KPU Kota Bogor lebih tinggi dari daerah-daerah lain di nasional, ada bonus karena ini dibarengi kondisi kondusif di masyarakat," ungkap Ketua KPU Kota Bogor, Samsudin.

Samsudin melanjutkan, suasana kondusif terlihat saat keliling Kota Bogor dengan unsur Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) dan Komandan Korem (Danrem) 061/Suryakancana. Iring-iringan melewati pasar, stasiun serta tempat lainnya, terpantau suasana sepi. 

"Jalanan tidak macet dan pasar sepi  baru tanggal 18 April setalah pencoblosan, kembali macet lagi. Ya, semua kembali lagi ke awal aktivitas," tambahnya.

Samsudin juga menjelaskan, perihal pengumuman anggota dewan terpilih belum bisa disampaikan dikarenakan secara tahapan belum berlangsung. Kemudian setelah itu apakah ada gugatan di Mahkamah Kontitusi (MK) atau tidak.

"Sampai kemarin sore, ada satu partai di MK dari Partai Gerindra. Itu antar caleg di internal partai permasalahannya. Maksimal tanggal 4 Juli harus diselesaikan," tuturnya.

Ia menjabarkan, meski ada sedikit ganjalan, tetapi ada juga prestasi dalam ajang Pemilihan anggota legislatif (Pileg) 2019, ada calon anggota DPRD Kota Bogor yang terpilih masih berusia 23 tahun dari Partai PPP dan PKB daerah pemilihan Bogor Selatan. 

"Kedua anak muda itu sudah terpilih di Kota Bogor, ini semangat untuk DPRD lebih baik kedepannya. Nanti ditetapkan perolehan jumlah kursi yang didapat paling lambat tanggal 12 Agustus. Atau tiga hari setelah dibacakan keputusan," bebernya.

Samsudin menekankan, yang beredar saat ini banyak prediksi-prediksi, meski prediksi tapi itu benar cara menghitungnya. Rekan media sudah pintar menghitung, tapi secara formal belum dapat menyampaikan hasil KPU Kota Bogor.

"Kami memohon maaf selama dua tahun dipersiapkan tahapan Pemilu 2019 hingga pencoblosan ada keluarga besar KPU Kota Bogor melakukan kesalahan. Tidak ada niat sedikitpun menutup Infomasi publik. Kami mengucapkan selamat hari raya idul Fitri 2019," pungkasnya. (Rizki Mauludi)