Operasi Amankan Lebaran di Seantero Bogor

Operasi Amankan Lebaran di Seantero Bogor
Kapolresta Bogor Kombes Hendri Fiuser (kedua dari kiri) saat Operasi Ketupat Lodaya, Selasa (28/5). (Rizki Mauludi)

INILAH, Bogor- Operasi Ketupat Lodaya digelar di seantero Bogor. Di Kabupaten Bogor, aparat bahkan menurunkan 5.000 anggota untuk menyukseskannya.

Kabupaten Bogor sibuk di tengah liburan Idul Fitri. Selain menjadi perlintasan mudik, wilayah ini juga akan dikunjungi masyarakat untuk berwisata. Operasi Ketupat Lodaya pun digelar untuk mengamankan mudik dan liburan itu.

Kapolres Bogor AKBP Andi Muhammad Dicky Pastika mengatakan 5.000 petugas gabungan akan mengamankan jalur mudik, perayaan Hari Raya Idhul Fitri dan juga liburan. Mereka, selain anggota Polri, juga anggota Kodim 0621 hingga jajaran Pemkab Bogor.

“Kabupaten Bogor bukan hanya jalur mudik, tapi juga jalur wisata. Untuk menjaga keamanan maupun kelancaran jalur mudik dan liburan, kami menyiagakan 5.000 petugas,” kata Dicky di sela-sela apel siaga Operasi Ketupat Lodaya di Mapolres Bogor di Cibinong, Selasa (28/5).

Untuk memaksimalkan pengamanan dan kelancaran jalur mudik serta wisata, aparat gabungan ini mendirikan 22 pos gabungan di sejumlah wilayah di Bumi Tegar Beriman.

“Sejumlah 22 pos gabungan itu ada di semua wilayah, baik itu di Cibinong Raya, Bogor Timur, Barat, Utara dan Selatan. Jalur mudik dan wisata ini layak digunakan karena sebelumnya dinas atau kementerian terkait sudah melakukan perawatan jalan,” sambungnya.

Untuk menjamin keamanan di Bulan Suci Ramadan dan Hari Raya idhul Fitri 1440 Hijriyah ini, jajaranya bersama TNI dan Satpol PP Kabupaten Bogor melakukan operasi cipta kondisi.

"Ada 17.888 botol miras, 931 dirigen miras, 329 miras plastikan dan 545.656 butir petasan berbagai jenis yang kami amankan dari operasi cipta kondisi, barang bukti tersebut kami musnahkan sedangkan pemiliknya sesuai Perda Kabupaten Bogor nomor 4 tahun 2016 dikenakan tindak pidana ringan," jelas Dicky.

Apel juga digelar di Mapolresta Bogor. Kapolresta Kombes Hendri Fiuser dan Dandim 0606 Kota Bogor, Letkol CZI Aji Sujiwo menghadiri dan memimpin apel. Terlihat pula Wali Kota Bima Arya Sugiarto dan wakilnya Dedie A Rachim.

Operasi Ketupat Lodaya 2019 digelar selama 13 hari mulai 29 Mei 2019 hingga 10 Juni 2019. Operasi ini, sebut Hendri, memiliki karakter khas dibanding operasi  sebelumnya karena bersamaan dengan pelaksanaan tahapan Pemilu 2019 yang dampak atau potensi kerawanannya bertambah kompleks dan harus diantisipasi secara optimal.

Hendri menjelaskan, apel kali ini dimaksudkan untuk menunjukan kesiapan operasi kepada publik sehingga akan menumbuhkan ketenangan, rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

“Saat mudik dan merayakan Idul Fitri masyarakat bisa tenang. Personil siap melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat,” jelasnya.

Turut hadir para kepala OPD Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, unsur Muspida Kota Bogor diantara Kepala Kejaksaan Negeri Bogor, Dandenpom III/1 Bogor dan unsur terkait lainnya. Di akhir acara, Kapolresta Bogor Kota, bersama Wakil Wali Kota dan Sekda Kota Bogor serta unsur Muspida Kota Bogor lainnya melaksanakan pemusnahan barang bukti kejahatan hasil operasi Pekat 2019 yang digelar selama ramadhan 1440 H. (Rizki Mauludi/Reza Zurifwan)