Kanker, Penyebab Kematian Terbesar di Dunia

Kanker, Penyebab Kematian Terbesar di Dunia
Ilustrasi (Net)

INILAH, Jakarta - Kanker adalah penyebab kematian terbesar kedua di dunia, dan ketujuh di Indonesia.

Istri Presiden ke enam Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, Ani Yudhoyono meninggal dunia pada usia 67 tahun pada Sabtu (1/6/2019), pukul 11.58 waktu Singapura di National University Hospital (NUH), karena mengalami sakit kanker darah.

Salah satu tipe kanker yang paling ganas yaitu leukemia, dengan Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) mencatatkan adanya peningkatan jumlah kasus baru dan kematian akibat leukemia secara menahun antara 2010-2013.

Walaupun banyak orang telah mengenal namanya, masih banyak pula mitos ataupun kesalahpahaman yang beredar di publik terkait tipe kanker ini.

Sebagai bagian dari komitmennya untuk membantu pasien kanker mendapatkan hasil klinis yang paling optimal, Parkway Cancer Centre (PCC), salah satu pusat perawatan kanker swasta terkemuka dari Singapura, hari ini menyelenggarakan sesi informasi publik di Jakarta untuk membongkar sejumlah mitos yang paling umum ditemui tentang kanker darah.

Salah satu mitos yang beredar adalah Leukemia sama dengan kanker darah. Untuk di Indonesia, kata leukemia sering digunakan untuk menyebut kanker darah. Padahal, faktanya kanker darah adalah sebuah terminologi dengan cakupan yang lebih luas.

"Leukemia hanya salah satu tipe kanker darah, dan bukan satu-satunya kanker darah itu sendiri," kata Konsultan Senior Hematologi PCC Dr. Lim ZiYi, seperti informasi yang dihimpun INILAHCOM, Jakarta, Sabtu (1/6/2019).

Masih menurutnya, kesalahpahaman ini muncul karena leukemia adalah tipe yang paling banyak didengar publik. Selain leukemia, ada dua tipe kanker darah lainnya, yaitu limfoma (kanker kelenjar getah bening) dan myeloma.

"Secara umum, kanker darah merujuk pada tipe kanker yang mengganggu produksi dan fungsi sel darah. Pada kebanyakan kasus, sel abnormal, atau kanker, tumbuh tidak terkontrol sehingga mengganggu pembentukan sel darah sehat. Akibatnya, sel darah tidak bisa menjalankan fungsinya, seperti mencegah infeksi atau pendarahan," tambah Dr. Lim.

Perlu diketahui, leukemia merupakan tipe kanker darah yang mengganggu fungsi sel darah putih, akibat pertumbuhan sel darah putih abnormal yang terlalu cepat. Sementara, limfoma mempengaruhi kerja kelenjar getah bening dan sistem limfatik yang berfungsi mengurangi kelebihan cairan dalam tubuh dan memproduksi sel imunitas.

Kemudian, myeloma mempengaruhi sumsum tulang dan dapat tumbuh di berbagai bagian tubuh yang memiliki sumsum tulang seperti tulang panggul dan tulang belakang. Karena dapat tumbuh di beberapa bagian pada saat bersamaan, myeloma sering disebut pula sebagai multiple myeloma. (inilah.com)