Lebaran 2019, Ini 'Catatan Hitam' Menhub

Lebaran 2019, Ini 'Catatan Hitam' Menhub
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. (Antara Foto)

INILAH, Jakarta- Anggota Komisi V DPR Bambang Haryo Soekartono menilai, Kementerian Perhubungan yang dipimpin Budi Karya Sumadi lamban dalam menangani lonjakan harga tiket pesawat yang tak masuk akal.

"Pemerintah harusnya segera mengambil satu ketegasan (menangani masalah tiket pesawat ini)," kata Bamabang di Jakarta, Selasa (4/6/2019).

Salah satu langkahnya adalah, lanjut dia, mustinya Kemenhub dibawah kendali Budi Karya Sumadi melakukan analisis dengan melibatkan beberapa instansi. Tujuannya agar pemerintah bisa mengetahui harga tiket yang sesungguhnya. Sehingga harga tiket tidak dijual semena-mena.

"Menghitung secara cermat berapa sih harga tiket pesawat yang normal. Dalam arti sesui dengan semua biaya. Itu betul-betul dihitung secara rinci. Sekarang kan pemerintah hanya dihitung harga batas atas dan batas bawah," kata dia.

Menurut dia, kurang tepat, pemerintah hanya menetapkan harga batas bawah dan batas atas. Sebab, batas atas dan bawah jarak atau perbandingan harga sangat beda jauh.

"Di mana perbandingan batas atas dan batas bawah perbandingannya 300%. Nah moda transportasi lain engga ada. Jadi batas atas biasanya maksimum 50% ini yang menurut saya pemerintah yang musti melakukan analisis yang cermat. Kalau perlu melibatkan kampus dan ekonom untuk menghitung harga tiket pesawat," kata dia.

Sekedar diktahui harga tiket pesawat belakangan meroket. Bahkan harganya sampai tak masuk diakal, dan membuat para pemudik harus putar otak.

Seperti di agen penjualan online Traveloka harga tiket pesawat untuk keberangkatan 31 Mei 2019 rute Jakarta-Medan dijual dengan harga paling murah Rp3,7 juta untuk kelas ekonomi. Penerbangan ini menggunakan maskapai Lion Air dan harus transit di Kuala Lumpur untuk ganti pesawat Batik Air.

Nah, ada kelas bisnis pada rute yang sama dijual Rp9,9 juta. Lebih parah lagi bila terbang dari Bandung ke Medan, tiketnya Rp13,4 juta sampai Rp21,9 juta untuk penerbangan menggunakan maskapai Garuda Indonesia. (inilah.com)