Wow, Taman Lalu Lintas Diserbu Pengunjung

Wow, Taman Lalu Lintas Diserbu Pengunjung
Wow, Taman Lalu Lintas Diserbu Pengunjung

INILAH, Bandung - Salah satu destinasi wisata yang cukup populer di Kota Bandung adalah, Taman Lalu Lintas. Tempat wisata yang berada di jantung Kota Bandung ini selalu menjadi pilihan bagi setiap wisatawan.

Memasuki libur lebaran tahun ini, Taman Lalu Lintas diserbu oleh pengunjung. Mereka datang untuk menikmati masa liburan bersama keluarga, sahabat dan orang-orang tercinta yang ada disekelilingnya.

Pjs Administratur Taman Lalu Lintas Hadi Purwanto mengatakan, pada hari pertama tercatat masih di angka 865 pengunjung, sementara di hari kedua bisa sampai 5.000 pengunjung, bahkan lebih. Jumlah ini kata dia, tak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

"Kalau kemarin (Rabu) relatif masih sepi, karena mungkin masih lebaran dan bersilaturahmi dengan keluarga. Kalau sekarang alhamdulillah cukup ramai. Biasanya ramai itu di hari kedua dan ketiga lebaran," kata Hadi saat ditemui di kantornya Taman Lalu Lintas, Kota Bandung, Rabu (5/5/2019).

Taman Lalu Lintas memiliki sebanyak tujuh wahana permainan. kereta api mini, korsel, kolam pancing, sepeda mini, kolam renang, kereta motor dan AMA/koin.

Dari sejumlah wahana permainan yang ada kata dia, yang paling banyak dipilih oleh pengunjung adalah, kereta api mini dan kolam renang dan sepeda mini. "Tiga wahana itu yang selalu banyak dipilih pengunjung," singkat dia.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan lanjut Hadi, pihaknya sudah menyiapkan beberapa petugas keamanan untuk menjaga kenyamanan bagi para pengunjung yang datang. Selain petugas internal, ada juga beberapa petugas dari Polrestabes Kota Bandung.

"Kita koordinasi dengan Polsek Sumur Bandung, kalau dari Polrestabes ada surat perintah kesini, sebelum-sebelumnya ada koordinasi dari polisi pariwisata, dan ada dari PMI kota Bandung," ujarnya.

Dia menghimbau, agar seluruh pengunjung yang datang ke Taman Lalu Lintas untuk menjaga kebersihannya dan tidak membuang sampah sembarangan. "Kita lebih maksimal lai, buang sampah pada tempatnya, lebih tertib, rumput yang tidak boleh diinjak jangan diinjak," pungkasnya. (Okky Adiana).