Operasi Yustisi Bogor, Targetnya Nabi Palsu dan Teroris

Operasi Yustisi Bogor, Targetnya Nabi Palsu dan Teroris
Setelah lima tahun tidak melakukan operasi yustisi, Bupati Bogor Ade Yasin memerintahkan Satpol PP dan jajaran lainnya untuk melakukan operasi yustisi di rumah kos, kontrakan, villa dan lainnya./Reza Zurifwan

INILAH, Ciawi-Setelah lima tahun tidak melakukan operasi yustisi, Bupati Bogor Ade Yasin memerintahkan Satpol PP dan jajaran lainnya untuk melakukan operasi yustisi di rumah kos, kontrakan, villa dan lainnya.

Hal ini ia lakukan karena wilayahnya rawan sosial seperti teroris, adanya nabi baru dan pendatang yang tidak jelas hingga menambah beban atau jumlah pengangguran.

"Saya khawatir pendatang yang tidak jelas hingga menambah jumlah pengangguran, teroris, aliran sesat hingga timbul orang yang mengaku nabi baru," ucap Ade kepada wartawan, Senin (10/6).

Wanita yang bergelar Magister Hukum ini menerangkan Pemkab Bogor juga akan bekerjasama dengan kepolisian dan Kantor Imigrasi Bogor untuk merazio Tenaga Kerja Asing (TKA) ilegal.

"Kami juga akan merazia TKA ilegal maupun Warga Negara Asing (WNA) yang tidak punya Kartu Izin Tinggal Sementara (KITAS) ataupun dokumen pendukung lainnya, kami mensinyalir di Bogor masih banyak TKA Ilegal dan WNA yang tak memiliki dokumen lengkap," terangnya.

Ade Yasin melanjutkan untuk memaksimalkan operasi yustisi ini jajarannya juga akan melibatkan pengurus RT dan RW setempat.

"Kepada pengurus RT dan RW harus meminta warganya untuk melapor apabila bertamu 1x24 jam agar aparat hukum bisa memonitor apabila ada indikasi kerawanan sosial," lanjut Ade. (Reza Zurifwan)