Purwakarta Waspada Kaum Urban Pascalebaran

Purwakarta Waspada Kaum Urban Pascalebaran
Kabupaten Purwakarta, sejauh ini menjadi salah satu daerah di Jawa Barat sebagai tujuan kaum urban untuk menetap dan mencari peruntungan. Dengan begitu, pascalebaran ini dipastikan jumlah pendatang ke wilayah ini akan meningkat./net

INILAH, Purwakarta - Kabupaten Purwakarta, sejauh ini menjadi salah satu daerah di Jawa Barat sebagai tujuan kaum urban untuk menetap dan mencari peruntungan. Dengan begitu, pascalebaran ini dipastikan jumlah pendatang ke wilayah ini akan meningkat.

Satu alasan yang menjadikan kaum urban ini datang ke Purwakarta. Mungkin, selain karena daerah wisata, di kabupaten kecil kedua di Jabar ini juga terdapat kawasan industri besar. Sehingga, tak heran hampir setiap tahunnya ada penambahan jumlah penduduk di wilayah ini.

Adanya serbuan kaum urban dari luar daerah ini, dipastikan akan berdampak negatif. Semisal tethadap laju peningkatan penduduk (LPP) di wilayah ini yang semakin tak terkendali.

Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika pun tak menampik terkait kondisi tersebut. Memang, selama ini pihaknya tak melarang siapapun untuk datang mencari kerja atau menetap di Kabupaten Purwakarta. 

Namun, dalam hal ini pihaknya berpesan, sebelum berniat menetap alangkah baiknya terlebih dahulu memperhatikan skill. Jadi, harus punya keahlian.

"Yang kami antisiasi, para pendatang yang tanpa ada tujuan. Kalau memang punya keahlian, ya silahkan saja. Tapi kalau belum punya atau tak memiliki keahlian mending ditunda saja dulu," ujar Anne kepada INILAH, Senin (10/6/2019).

Menyikapi persoalan tersebut, Anne menjelaskan, pihaknya akan segera melakukan rapat pimpinan, termasuk dengan para camat yang ada. Pihaknya juga akan melakukan pengawasan di sejumlah kawasan industri yang ada.

"Di kita ada 7 zona industri. Nanti kita awasi. Kalau pendatang ini tujuannya kerja dan memang punya skill, ya kita welcome," jelas dia.

Tak hanya itu, sambung dia, pihaknya pun melakukan operasi yustisi. Jika memang para pendatang ini tak punya tujuan, mereka akan ditindak. Yakni, dipulangkan ke kampung halaman masing-masing.

"Yang paling sulit itu pendatang yang tercecer ya. Kalau yang ada keluarganya di sini mungkin pengawasannya mudah. Makanya ini yang kami antisipasi," pungkasya. (Asep Mulyana)