Beban Puncak Listrik Saat Idul Fitri di Jabar Capai 4.344 MW

Beban Puncak Listrik Saat Idul Fitri di Jabar Capai 4.344 MW
istimewa

INILAH, Bandung - Pasokan listrik di Jabar selama Idul Fitri 1440 H lalu relatif dalam keadaan aman. Manager Komunikasi PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jabar Iwan mengatakan, untuk provinsi ini beban puncak malam hari pada hari H Lebaran (5 Juni 2019) hanya 4.344 MW.

"Beban puncak itu turun 42% dibanding beban puncak malam hari biasa. Seperti biasa, beban turun saat lebaran. Bahkan pada pukul 10.00 WIB turun 60% dibanding beban hari biasa pada jam yang sama," kata Iwan, Senin (10/6/2019).

Iwan menjelaskan, beban puncak pada hari H dan H+1 tahun ini lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Pertumbuhan beban puncak pada Lebaran hari H dan H+1 tahun ini, yaitu masing-masing naik 2,8% dan 2,7% dibanding beban puncak pada Lebaran hari H dan H+1 2018 lalu. 

Lebih lanjut, saat beban puncak pada hari H hingga H+2 daerah-daerah lain di Jabar mengalami penurunan. Sedangkan, kota Tasikmalaya  mengalami peningkatan konsumsi listrik. 

Dia menyebutkan, Tasikmalaya merupakan satu-satunya wilayah di Jabar yang beban puncak listriknya pada hari H hingga H+2 Lebaran lebih tinggi dari beban puncak hari biasa. Hal ini terjadi karena daerah tersebut merupakan tujuan mudik dan tempat wisata. 

"Secara garis besar, pertumbuhan beban puncak yang relatif lebih tinggi pada hari Lebaran ini menunjukkan bahwa semakin banyak masyarakat yang menggunakan listrik PLN dan merupakan kebahagiaan bagi kami saat listrik tersebut bermanfaat, menemani aktivitas silaturahmi masyarakat  dan merayakan kemeriahan Idul Fitri," jelasnya.