20 Bangunan Tak berizin di TWM Akan Dibongkar?

20 Bangunan Tak berizin di TWM Akan Dibongkar?
Bupati Bogor Ade Yasin saat inspeksi mendadak (sidak) kelengkapan perizinan bangunan (IMB) objek wisata Taman Wisata Matahari (TWM). (Reza Zurifwan)

INILAH, Cisarua- Sebanyak 20 bangunan ataupun wahana permainan di objek wisata Taman Wisata Matahari (TWM) tak juga memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Alhasil, UPT Penataan Bangunan II berang hingga mengirim surat peringatan ketiga.

"Hasil inspeksi kami tahun 2018 lalu ada 16 bangunan atau wahana tak memiliki IMB, kami sudah melakukan tindakan persuasif namun kurang direspons hingga kami memberikan surat peringatan ke III dan melimpahkannya ke Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor," ujar Pengawas UPT Penataan Bangunan II Irwan Salahudin kepada wartawan, Senin (10/6).

Ia menambahkan dirinya menyesalkan pihak TWM yang mendirikan bangunan terlebih dahulu ketimbang mengurus IMBnya hingga jajarannya pun menyerahkan ke Satpol PP tentang pembongkarannya.

"Harusnya sesuai Peraturan Daerah (Perda) nomor 12 tahun 2009 dan Peraturan Bupati (Perbup) nomor 63 tahun 2013 tentang Izin Mendirikan Bangunan Gedung (IMBG) mereka mengurus izinnya ketimbang membangun gedung, karena ini sudah ketiga kalinya kami memberikan surat peringatan maka kemungkinan DPKPP akan melimpahkan kasus ini ke Satpol PP untuk dibongkar atau sanksi lainnya," tambahnya.

Irwan menuturkan 20 bangunan tak berizin itu berupa menara pandang, 2 aula danau, wahana pesawat, Rumah Makan Sunda Ekspress, Saung Manado, Kantor Wahana, Rumah Genset, Bangunan Wahana Kincir, Dapur Jamur,  Aula Padang, Balcony, Toilet Central Park, Toilet Jamur, Wahana Publik, Kolam Renang, Publik Area, Wahana Permainan Anak dan 2 bangunan Alfamart.

"Sebenarnya Koofisien Dasar Bangunan (KDB) di Taman Wisata Matahari itu masih cukup yaitu bisa memenuhi standar yaitu 20 persen bangunan dan 80 persen lahan serapan air hingga kami terus melakukan evaluasi mendorong pihak manajemen TWM untuk mengurus IMB wahana dan gedungnya," tutur Irwan. (Reza Zurifwan)