Busyet...Masih Ada 13 Jembatan Terancam Ambruk di Puncak

Busyet...Masih Ada 13 Jembatan Terancam Ambruk di Puncak

INILAH, Cisarua – Ambruknya jembatan di Kampung Muara, Desa Cipayung Girang Cipayung Datar dan jalan Desa Cipayung Datar, Kamis, (25/4) lalu, membuat Dinas Pekerjaan Umum dan Penatatan Ruang (DPU-PR) Kabupaten Bogor bergerak cepat. Mereka pun mendata jembatan yang longsor atau ambruk.

Hasil pantauan UPT Insfrastruktur Irigasi Kelas A wilayah III dan UPT Insfrastruktur Jalan dan Jembatan Kelas A II yang berada di bawah DPU-PR, ternyata ada 13 jembatan yang rawan longsor dan ambruk di wilayah Kecamatan Megamendung dan Kecamatan Cisarua (Kawasan Puncak). Kondisi tebingan Sungai Ciliwung yang kritis membuat mereka meminta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung-Cisadane untuk membantu perbaikan tebingan Sungai Ciliwung dan jembatan tersebut.

“Dengan rawan longsornya jembatan maupun tebingan Sungai Ciliwung ini kami pun meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat khususnya BBWS Ciliwung-Cisadane atau untuk turut membantu perbaikan," kata Kepala UPT Insfrastruktur Irigasi Kelas A wilayah III Eka Sukarna kepada wartawan, Selasa (11/6/2019).

Dia menerangkan kondisi tebingan Sungai Ciliwung yang rawan longsor ini diperparah dengan alih fungsi lahan di sepanjang sungai hingga Kawasan Puncak kerap tertimpa bencana alam.

"Alih fungsi lahan dari lahan basah menjadi villa dan pelanggaran Peraturan Pemerintah (PP) nomor 38 tahun 2012 tentang garis sepadan sungai atau pengelolaan daerah aliran sungai membuat penyempitan di Sungai Ciliwung, hingga membuat air meluap keatas dan jika terjadi hujan maka akan terjadi bencana banjir hingga longsor," terangnya. (reza zurifwan)