Rektor UPI Tanda Tangani Nota Kesepahaman dengan USAID Mitra Kunci Initiative

Rektor UPI Tanda Tangani Nota Kesepahaman dengan USAID Mitra Kunci Initiative
Penandatanganan nota kesepahaman UPI-USAID Mitra Kunci Initiative. (Okky Adiana)

INILAH, Bandung - Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang tergabung dalam Konsorsium Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kewirausahaan, menandatangani nota kesepahaman dengan USAID Mitra Kunci Initiative. 

Nota Kesepahaman tersebut berisi payung hukum bagi kerja sama antara para pihak dalam mengembangkan dan melaksanakan kegiatan KKN Kewirausahaan. 

Rektor UPI Prof. Dr. H. R. Asep Kadarohman, M.Si., mengatakan, pihaknya akan melakukan training kewirausahaan bagi para dosen dan mahasiswa dan melaksanakan KKN dengan tema Kewirausahaan. 

Dampaknya adalah para mahasiswa bisa menerapkan ilmu yang sudah diperolehnya di dalam perkuliahan, demikian pula bagi masyarakat, mereka dapat memahami pengelolaan kewirausahaan mulai dari penyusunan rencana bisnis dan mengkaji prospeknya.

USAID Mitra Kunci Initiative memberikan pendampingan dan dukungannya dalam bentuk pengembangan kurikulum pelatihan, modul panduan, mekanisme pemantauan, dan evaluasi dalam penyelenggaraan KKN Kewirausahaan.

“Outcome dari kegiatan ini diharapkan terjadi percepatan pertumbuhan kewirausahaan di Indonesia," ujarnya.

Bagi UPI, kata dia, kegiatan ini merupakan kegiatan pendukung bagi program-program UPI lainnya yang berkaitan dengan kewirausahaan, seperti USAID Jadi Pengusaha Mandiri (Japri) yang diinisiasi oleh USAID Indonesia, Mien R Uno Foundation (MURF), dan UPI. 

"Jadi  apa-apa yang sudah mereka pelajari di dalam perkuliahan ditambah pendampingan dari USAID dan MURF, akan diaplikasikan di masyarakat yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat itu sendiri," paparnya.

Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kemenristekdikti Prof. Ismunandar mengatakan, kata kunci dari kerja sama ini adalah kewirausahaan melalui kegiatan KKN. Sebanyak 40.000 mahasiswa akan melaksanakan KKN Kewirausahaan di 10 universitas sampai tahun 2021. 

Dia berharap, banyak hal yang bisa ditularkan oleh para mahasiswa kepada masyarakat tentang kewirausahaan, karena pemerintah bertekad bahwa fokus pembangunan Indonesia selanjutnya adalah pembangunan sumber daya manusia dengan membekali mahasiswa dengan semangat kewirausahaan.

"Setelah setelah 5 tahun sebelumnya berfokus pada pembangunan infrastruktur," tambahnya. KKN Kewirausahaan ini memiliki dampak positif pada isu ketenagakerjaan secara khusus dan sektor ekonomi secara umum, setidaknya pada 3 aspek.

Pertama, mahasiswa peserta KKN Kewirausahaan akan memiliki kecakapan untuk merancang wirausaha dan pengalaman melaksanakan implementasinya. Kedua, aspek masyarakat penerima manfaat KKN Kewirausahaan, dan ketiga, aspek terkait pembangunan daerah.

Kesepuluh universitas tersebut adalah Universitas Padjadjaran, Universitas Suryakancana, Universitas Siliwangi, Universitas Kuningan, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Diponegoro, Universitas Jember, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur, dan Universitas Muhammadiyah Malang. (Okky Adiana)