Gedung Lama Blok F Mulai Dilelang

Gedung Lama Blok F Mulai Dilelang
Wali Kota Bogor Bima Arya. (Rizki Mauludi)

INILAH, Bogor - Rencana revitalisasi Blok F Pasar Kebon Kembang terus berjalan. Setelah dilakukan pemagaran pada malam takbiran pada Selasa (4/6/2019) lalu. Kini, Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ) melelangkan pembongkaran bangunan lama Blok F.

Dirut PD PPJ Muzzakir mengatakan, pihaknya telah melakukan lelang pembongkaran dan telah diumumkan pada Senin (11/2/2019).

"Iya lelang pembongkaran diumumkan hari ini. Setelah pembongkaran selesai baru masuk tahap pembangunan," ungkap Muzzakir saat dihubungi wartawan pada Selasa siang (11/6/2019).

Muzzakir melanjutkan, masa lelang diperkirakan memakan waktu sekitar tujuh hari dan waktu pembongkaran dilakukan sekitar dua sampai tiga minggu. 

"Lelang pembongkaran ini tahap awal. Jadi kami lelang dulu, kan sebelum diambil alih, setelah dipagarkan baru boleh kita lelang," tambahnya.

Dia menjelaskan, untuk hari ini belum ada pendaftar karena baru diumumkan. Tetapi, Muzzakir optimis seminggu ke depan akan ada pemenang.

"Kalau hari ini belum ada yang mendaftar dan mengajukan penawaran, karena baru dibuka. Tapi insya Allah nanti kurang lebih seminggu ke depan baru ada pemenangnya," tuturnya.

Muzzakir membeberkan, untuk Tempat Penampungan Sementara (TPS), pihaknya telah membangun 156 TPS. Untuk proses relokasi pedagang ke TPS, semua diserahkan ke pedagang dan pihaknya hanya mengawasi supaya tetap tertib.

"TPS yang di Jalan Dewi Sartika kan masih di bangun, kalau sudah selesai baru masuk tahap relokasi pedagang. Kami usahakan sekitar tanggal 16 Juni 2019 semua pedagang sudah kita pindahkan ke TPS," bebernya.

Muzzakir menargetkan, tanggal 16 Juni 2019 mendatang, semua pedagang pindah ke TPS dan TPS terisi semua lalu revitalisasi dilaksanakan. Sehingga diusahakan Idul Fitri tahun depan para pedagang telah menempati gedung baru.

Sementara Sekretaris Paguyuban Pasar Blok F, Edi Junaedi mengatakan, beberapa poin penolakan yang selama ini disuarakan para pedagang telah diakomodir. Hal itu telah meluluhkan hati para pedagang. Dengan begitu gedung lama itu bisa segera dibangun dan tanpa melupakan kepentingan pedagang.

"Ada beberapa poin tuntutan pedagang itu, antara lain membuka site plan dan ukuran kios nanti menjadi 12 meter serta pedagang lama juga bebas memilih tempat sesuai peruntukannya. Itu yang kami inginkan sejak tiga tahun lalu, sehingga tidak ada yang dirugikan," ungkapnya.

Selain itu, kata Edi, permintaan TPS di depan Jalan Dewi Sartika juga akhirnya bisa dipenuhi dengan ukuran yang lebih manusiawi dibandingkan TPS lama yang sudah ada di sisi antara Blok F dan Blok B.

Di tempat berbeda, pengembang PT Mulyagiri KSO PT Mayasari Bakti Rudi Ferdian, mengaku bersyukur sudah ada titik temu dengan pedagang agar pembangunan bisa terealisasi dengan lancar.

Rudi memastikan pembangunan bisa masuk sekitar dua atau tiga minggu ke depan setelah dilakukan pembongkaran gedung lama oleh PD Pasar selesai.

"Bangunan baru nanti bakal mengakomodasi para pedagang lama yang jumlahnya sekitar 154 kios, juga bisa mendatangkan 700-an pedagang baru," pungkasnya. (Rizki Muludi)