1.740 Total Imigran, Lebih Dari 1.300 Jiwa Betah Tinggal di Cisarua

1.740 Total Imigran, Lebih Dari 1.300 Jiwa Betah Tinggal di Cisarua
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Bogor - Kecamatan Cisarua masih menjadi tempat favorit imigran asal negara Afghanistan, Pakistan, Bangladesh, Srilanka, Irak, Iran, Kuwait, Palestina, Sudan, Somalia, Ethopia, Eritaria, dan Kongo. Dari total jumlah imigran 1.740 jiwa yang tinggal di Bogor lebih dari 1.300 jiwa diantaranya bermukim di kecamatan berudara sejuk ini.

Kasie Trantib Kecamatan Cisarua Yudi Adam mengatakan walaupun kerap berpindah-pindah, 1.300 lebih imigran betah tinggal di Cisarua ketimbang tinggal di Kecamatan lainnya di Bogor ataupun di Kabupaten Cianjur.

"Kecamatan Cisarua masih jadi favorit para imigran dari timur tengah asia maupun negara dari benua Afrika, ada lebih dari 1.300 orang imigran bermukim di Kecamatan Cisarua sejak puluhan tahun silam," kata Yudi Adam kepada wartawan, Selasa (11/6/2019).

Dia menambahkan, dalam pendataan imigran ini selain kesulitan karena mereka tinggal berpindah-pindah, pihaknya juga terkendala bahasa karena banyak imigran tidak bisa berbahasa Inggris ataupun Arab.

"Kalau bahasa Inggris dan Arab kan kita masih bisa berkomunikasi, mereka para imigran kebanyakan hanya bisa berbahasa Urdu atau bahasa lokal negara Afrika hingga ketika kami melakukan pendataan agak kesulitan. Selain itu kami juga agak kesulitan membedakan antara wisatawan timur tengah dengan para imigran ini," tambahnya.

Terkait rencana Bupati Bogor Ade Yasin yang akan melakukan operasi yustisi kepada imigran dan para Tenaga Kerja Asing (TKA) ilegal, Yudi menuturkan siap membantu pelaksanaan operasi tersebut.

"Kami mendukung operasi yustisi kepada para imigran dan TKA ilegal ini dengan memberikan data hasil pemantauan tim pengawasan orang asing Cisarua maupun bantuan personil saat operasi nanti," tutur Yudi.

Terpisah, Imam Prawira selaku Kasie Intelijen dan Penindakan Kantor Imigrasi Bogor menjelaskan data yang himpun dari aplikasi SMS gateway jumlah imigran  di Bogor ada 1.740 orang.

"Data imigran terus berubah karena mereka kerap masuk keluar wilayah Kota dan Kabupaten Bogor ataupun Kabupaten Cianjur. Dari jumlah imigran tersebut mayoritas berada di Kawasan Puncak dan sisanya ada di wilayah lain seperti Cibinong, Sukaraja, Kota Bogor maupun daerah lainnya di Kabupaten Bogor," jelas Imam.

Kasie Teknologi dan Informasi Dodi Permmana Jaya melanjutkan bahwa keberadaan imigran di Bogor khususnya di kawasan Puncak sudah berlangsung selama puluhan tahun dan terbagi dalam dua golongan yaitu pencari suaka dan pengungsi. 

"Dulu mereka yang datang ke Bogor rencananya hanya transit saja karena mereka mau mencari suaka politik ke Australia atau negara ketiga lainnya, namun karena ada perubahan hukum internasional dan kebijakan negara masing-masing akhirnya mereka tidak bisa ke negara lain atau ke negara asal hinga mereka seperti permanen tingga di Bogor," lanjut Dodi. (Reza Zurifwan)

Loading...