Kawah Putih Masih Primadona di Bandung Selatan

Kawah Putih Masih Primadona di Bandung Selatan
Objek wisata alam Kawah Putih di Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung masih menjadi unggulan di kawasan Bandung Selatan. (Dani R Nugraha)

INILAH,Bandung- Objek wisata alam Kawah Putih di Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung masih menjadi unggulan di kawasan Bandung Selatan. Hal tersebut terlihat dari banyaknya jumlah wisatawan yang berkunjung pada libur lebaran 2019.

Berdasarkan data jumlah pengunjung yang masuk ke pengelola objek wisata Kawah Putih selama lima hari libur lebaran tahun ini, terhitung sejak Rabu (5/6/2019) hingga Minggu (9/6/2019), terdapat sekitar 35 ribu orang. Wisatawan tersebut masih didominasi warga Jawa Barat dan Jabodetabek.

Supervisor Pemasaran dan Humas Kawah Putih, Dedi Heryana, mengatakan, meski libur lebaran pada tahun ini lebih pendek dibandingkan 2018, wisatawan yang berkunjung masih membludak. Puncak kunjungan terjadi pada H+2 lebaran.

"Hari pertama lebaran kunjungan sebanyak 3.000 orang lebih, H+1 sebanyak 7.000 orang, H+2 hingga 10.200 orang, H+3 sebanyak 9.800 orang, dan H+4 sebanyak 6.000 orang,” kata Dedi di Kawah Putih Rabu (12/6/2019).

Menurut Dedi, dilihat dari lamanya libur kunjungan wisatawan tahun ini meningkat antara 30 persen hingga 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

 “Alhamdulillah melampaui target pada libur lebaran tahun ini,” ujarnya.

 Dedi melanjutkan,  meski libur lebaran 2019 telah berakhir, hingga Selasa (11/6) kemarin, wisatawan masih banyak yang berkunjung.

“Sisa yang belum pada liburan kemarin, kemungkinan Sabtu dan Minggu nanti akan kembali mengalami peningkatan,” katanya.

Menambahkan, untuk menambah daya tarik pengunjung, pihaknya terus melakukan inovasi. Yakni dengan menambah wanaha yang bisa dinikmati oleh pengunjung, seperti sky walk Cantigi sepanjang 500 meter yang melintang disisi kawah sebelah kiri menuju ke Sunan Ibu. 

Sky walk ini untuk menjaring pengunjung dari kalangan milenial, karena memang untuk mencapai dek di ujung sky walk ini pengunjung harus berjalan kaki sejauh 500 meter naik turun dan ada jembatan gantung yang bergoyang-goyang.

"Sky walk Cantigi ini menawarkan spot swapoto yang lebih bagus, karena berada diketinggian dengan latar Kawah Putih yang lebih luas. Tentunya menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung, apalagi buat kaum milenial yang suka akan swapoto atau selfie sebagai eksistensi diri disuatu tempat," ujarnya.

Dikatakan Dedi, sky walk Cantigi ini merupakan pengembangan dari wahana yang sebelumnya telah dibangun, yakni Dermaga Ponton yang menjorok ke tengah kawah dan sky walk Cantigi satu. Para penunjungjung pun cukup antusias dengan kehadiran tiga wahana yang disuguhkan pengelola tersebut.

"Alhamdulilah pengunjung sangat antusias dengan apa yang kami tawarkan disini. Ini merupakan upaya kami untuk terus meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Kawah Putih," katanya. (Rd Dani R Nugraha).