Begini Konsep Bupati Anne Menata Taman Sribaduga

Begini Konsep Bupati Anne Menata Taman Sribaduga
Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika. (dok inilahkoran)

INILAH, Purwakarta - Sektor pariwisata di Kabupaten Purwakarta menunjukkan perkembangan signifikan. Tapi Bupati Anne Ratna Mustika belum berbangga hati. Dia ingin penataan yang lebih maksimal.

Penataan Taman Sribaduga (Situ Buleud) jadi salah satu lokasi yang dilirik bupati Anne untuk. Apalagi, selama ini lokasi wisata yang menyuguhkan pertunjukan air mancur menari itu menjadi penyumbang terbesar kunjungan wisatawan ke daerah ini.

"Kami, berkomitmen untuk terus mengembangkan seluruh potensi pariwisata yang ada di wilayah kami," ujar Anne kepada INILAH di kantornya, baru-baru ini.

Khusus penataan Taman Sribaduga, Anne menjelaskan, pemerintah akan berupaya memberikan kenyamanan bagi para pengunjung. Tentunya, hal ini harus dibarengi dengan fasilitas penunjang yang memadai.

Makanya, pihaknya pun memang berencana melakukan perbaikan dan pembenahan di lokasi wisata yang menjadi ikon daerah tersebut. "Kita akan perbaharui seluruh fasilitas yang ada. Tujuannya, ya tentu untuk kenyamanan masyarakat," jelas dia.

Anne pun tak menampik, banyak fasilitas di Taman Sribaduga yang harus diperbaharui. Hasil inventarisasi jajarannya, di lokasi ini juga harus diperbanyak toilet untuk memenuhi kebutuhan pengunjung. Termasuk, musola dan ruang laktasi.

"Penerangan, juga akan kami perhatikan. Termasuk memperbanyak tempat sampah. Untuk ruang laktasi, minimalnya ada tiga titik," kata dia.

Tak hanya itu, sambung dia, saat ini pihaknya juga tengah merancang upaya bagaimana supaya pengunjung nyaman saat melihat pertunjukan air mancur. Mengingat, selama ini daya tampung area wisata ini dengan jumlah pengunjung perbandingannya sangat timpang.

"Karena pengunjungnya banyak, areal ini kerap overload. Bayangkan, daya tampungnya hanya 5 ribu, yang datang untuk nonton ari mancurnta setiap sesinya 15 ribu. Ini yang sedang kami pikirkan bagaimana menyiasatinya," jelas dia.

Beberapa waktu lalu, pihaknya telah mengkaji terkait kondisi tersebut. Yang terpikir sementara, kata dia, bisa tidak jika pertunjukan air mancur ini dibuka dua kali dalam sepekan.

"Kalau terus dipaksakan menampung penonton melebihi kapasitas, itu banyak efek negatifnya. Bisa dari penontonnya yang nanti tidak akan nyaman. Bisa juga, nanti bakal banyak fasilitas yang rusak," jelas dia.

Menurut dia, solusinya bukan kursi penontonnya yang harus ditambah. Tapi, waktu pertunjukannya yang lebih diatur. Sehingga, pengunjung nyaman dan tetap kebagian untuk menonton. (Asep Mulyana)