Disdukcapil Cimahi: RT/RW Perketat Pengawasan Warga Pendatang

Disdukcapil Cimahi: RT/RW Perketat Pengawasan Warga Pendatang
Ilustrasi (Net)

INILAH, Bandung - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cimahi meminta RT/RW memperketat pengawasan terhadap warga nonpermanen, seperti di rumah kontrakan atau kos-kosan.

Kepala Bidang Pendataan dan Pendaftaran Penduduk pada Disdukcapil Kota Cimahi, Ade Hindasyah mengatakan, para RT/RW harus memiliki data identitas warga nonpermanen atau yang tinggal sementara di Kota Cimahi, termasuk yang tinggal di rumah kontrakan.

"Kita minta RT/RW untuk memperketat, termasuk secara administrasi. Kita juga minta pendatang aktif melaporkan ke RT/RW," katanya saat ditemui di Pemkot Cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah, Rabu (12/6/2019).

Selain para RT/RW, Disdukcapil Kota Cimahi juga meminta pemilik kosan memiliki data lengkap warga yang memanfaatkan jasa kontrakan. Sebab, kata Ade, data itu sangat penting untuk mengetahui identitas para penghuni kosan.

Seperti diketahui, belum lama ini terjadi pencurian di sebuah kontrakan di Jalan Rancabentang, Kelurahan Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi. Pelaku diduga merupakan salah satu penghuni kosan yang belum diketahui identitas lengkapnya oleh pemilik kontrakan. 

"Kita juga imbau yang punya kontrakan atau kos-kosan aktif mendata penghuninya, kemudian dilaporkan ke RT/RW. Minimal kalau tertib administrasi kan bisa ketahuan identitasnya," ujarnya.

Dalam waktu dekat ini, lanjut Ade, pihaknya bakal melakukan operasi yustisi dengan menyasar rumah kontrakan atau kos-kosan di Kota Cimahi. Hal itu dilakukan untuk mendata penduduk nonpermanen, khususnya warga yang baru datang dari kampung halamannya.

Selain itu, pihaknya juga  ingin memastikan warga nonpermanen itu memiliki Surat Keterangan Penduduk Nonpermanen atau dulu disebut Kartu Identitas Musiman (Kipem) yang hanya berlaku satu tahun.

"Untuk pendataan tahun ini, kita baru ada permintaan di Pasirkaliki, Cibabat, dan Utama. Kita fokus dulu di situ," pungkasnya. (Ahmad Sayuti)