Warga Bogor Diimbau Tak Bertolak ke Gedung MK

Warga Bogor Diimbau Tak Bertolak ke Gedung MK
Mengantisipasi kerawanan sosial jelang sidang perdana gugatan sengketa pemilihan presiden (Pilpres) yang dilayangkan oleh pasangan Calon Presiden 02 Prabowo-Sandiaga Masy ke Mahkamah Konstitusi itu Jumat (14/5) besok, Wakil Bupati Iwan Setiawan menghimbau masyarakat Bumi Tegar Beriman untuk tidak ke Gedung MK dan sekitarnya. Mengantisipasi kerawanan sosial jelang sidang perdana gugatan sengketa pemilihan presiden (Pilpres) yang dilayangkan oleh pasangan Calon Presiden 02 Prabowo-Sandiaga Masy k

INILAH, Cibinong-Mengantisipasi kerawanan sosial jelang sidang perdana gugatan sengketa pemilihan presiden (Pilpres) yang dilayangkan oleh pasangan Calon Presiden 02 Prabowo-Sandiaga Masy ke Mahkamah Konstitusi itu Jumat (14/5) besok, Wakil Bupati Iwan Setiawan menghimbau masyarakat Bumi Tegar Beriman untuk tidak ke Gedung MK dan sekitarnya.

Himbauan ini penting, karena selain wilayah Kabupaten Bogor yang berbatasan langsung dengan Jakarta masyarakat Bumi Tegar Beriman pun banyak yang mendukung Prabowo-Sandi hingga pasangan Calon Presiden-Wakil Presiden nomor urut 02 hingga meraih presentase kemenangan lebih dari 72 persen suara.

"Demi menjaga stabilitas keamanan,  bersama TNI dan Polisi kami menghimbau kepada masyarakat agar tidak ke Gedung MK Jakarta, tugas masyarakat sudah selesai dan masalah sidang sengketa ini sudah ada yang mengurusnya," kata Iwan kepada wartawan, Kamis (13/6).

Pria yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Bogor ini pun menambahkan kepada seluruh masyarkat baik itu pendukung Prabowo-Sandiaga maupun Jokowi-KH Ma'ruf Amin untuk mempercayai permasalahan sengketa Pilpres ini kepada para hakim MK.

"Apapun hasil putusan sidang sengketa Pilpres ini kita harus menghormati dan menerimanya karena MK itu lembaga negara yang sama-sama kita bentuk," tambahnya.

Khusus kepada pendukung Prabowo-Sandiaga, Iwan pun meminta untuk mendengar permintaan Prabowo Subianto untuk  tidak menggelar aksi unjuk rasa atau demonstrasi di Gedung MK saat sidang sengketa Pilpres.

"Permintaan Prabowo Subianto sudah jelas agar masyarakat untuk tidak menggelar aksi unjuk rasa atau demonstrasi di Gedung MK saat sidang sengketa Pilpres, jadi kita harus ikuti permintaan atau perintah beliau, bagi kami kontestasi Pilpres maupun Pileg adalah hal yang biasa dan kalah atau menang itu hal yang biasa hingga kita jangan membesar-membesarkan dan harus kita terima dengan legowo," jelas Iwan.

Komandan Kodim 0621 Letkol (inf) Harry Eko Sutrisno menuturkan keamanan dan ketertiban adalah tugas kita semua dan kami dari aparat hukum siap mengantisipasinya.

"Hingga pagi ini kita belum dengar ada pengerahan massa ke Gedung MK Jakarta dari Kabupaten Bogor, untuk memastikan keamanan di Kabupaten Bogor kami bersama polisi akan menyiagakan 4.000an personil petugas gabungan," tutur Letkol (Inf) Harry.

Kapolres Bogor AKBP Andy Muhammad Dicky melanjutkan tingkat ancaman kerusuhan kali ini menurun dibandingkan pada saat pengumuman hasil perolehan Pilpres lalu.

"Kalau kemarin kita lakukan penyekatan di ruas tol, jalan raya atau stasiun kereta itu karena adanya ancaman teroris yang mau membuat kerusuhan saat pengumuman hasil perolehan Pilpres lalu di Gedung KPU atau Bawaslu, InsyaAllah tingkat kerawan kerusuhan kali ini menurun hinggga kita tidak harus melakukan penyekatan lagi," lanjut AKBP Dicky. (Reza Zurifwan)