PKL Minta Pemkot Bogor Konsisten Menata Pasar Kebon Kembang

PKL Minta Pemkot Bogor Konsisten Menata Pasar Kebon Kembang
(Rizki Mauludi)

INILAH, Bogor - Rencana relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Pasar Kebon Kembang, Kecamatan Bogor Tengah, terus dimatangkan Pemkot Bogor. Perwakilan dari pihak PKL turut diundang.

Rapat terkait relokasi PKL Pasar Kebon Kembang berlangsung di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Rabu (12/6/2019) sore WIB. 

Satu hal yang menjadi kekhawatiran para PKL, yaitu lokasi lama mereka yang seharusnya bersih malah dipakai PKL baru ataupun jadi area parkir.

Koordinator PKL MA Salmun Apip Hamid mengatakan, Pemkot Bogor harus serius dalam program penataan PKL. Dia mengungkapkan, pada kisaran tahun 2014-2015 rencana tersebut gagal karena tak berjalan sesuai rencana.

"Jangan sampai kali ini terulang kembali, salah satunya ketika PKL direlokasi maka lokasi lama harus betul-betul steril tanpa ada kegiatan lain," ungkapnya.

Ia melanjutkan, para pedagang akan mengikuti program tersebut dengan baik. Namun ada hal yang perlu digaris bawahi bahwa Pemkot harus memiliki keberpihakan pada para pedagang. Bukan hanya menargetkan Kota Bogor harus bersih.

"Sebab hal itu tak ada artinya jika rakyatnya tidak bisa makan lantaran tak bisa usaha. Disamping itu, waktu relokasi yang masih belum jelas ini, diharapkan bisa menjadi salah satu opsi bagi para pedagang untuk tetap bisa berjualan di lapak lamanya," tambahnya.

Apip menegaskan, bahwa para pedagang yang berjualan akan menggunakan awning sementara, agar dapat berpindah ketika waktunya.

"Sebelum ada relokasi, kami diberikan keleluasaan untuk bisa berusaha, artinya kami masih bisa berdagang di lokasi tersebut," tegasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bogor Anas S Rasmana mengapresiasi masukan para pedagang. Dirinya akan berkoordinasi dengan Satpol PP Kota Bogor untuk menjaga lokasi lama tetap steril dari PKL baru. Dia juga berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor agar tidak menambah area parkir.

"Nanti di rapat teknis akan disampaikan agar tidak ada PKL baru dan menambah lahan parkir," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dishub Kota Bogor Rachmawati menuturkan, konsep area parkir yang akan diberlakukan di lokasi kawasan Pasar Anyar akan disinergikan dengan konsep penataan PKL. 

Dia mengungkapkan, ke depan akan ada lahan parkir yang dihilangkan dan ada pula yang baru. Jalan MA Salmun akan menjadi lahan parkir dan bongkar muat. Karena pedagang yang semula di lokasi itu akan direlokasi ke depan pelataran Baso Apollo yang semula digunakan untuk lahan parkir.

"Yang jelas MA Salmun akan kami jadikan lahan parkir dan bongkar muat, tidak akan ada pedagang terutama di depan Blok A, pedagang disana akan ditata di Apollo. Selain itu, beberapa area parkir masih tetap sama. Seperti di Jalan Sawojajar, Jalan Pengadilan, depan pasar Blok F, Blok C atau Blok D. Parkir di Jalan Dewi Sartika kami akan menyesuaikan dengan keadaan, kalau perintah wali kota clear maka akan clear, tapi ini masih dalam tahap pembahasan," bebernya.

Sementara itu saat dikonfirmasi, Kasatpol PP Kota Bogor Herry Karnadi menuturkan, anggotanya yang berjaga di kawasan Pasar Anyar akan lebih fokus pada PKL.

"Dishub perlu memasang rambu-rambu area parkir dan larangan parkir. Sehingga ketika petugas parkir di lapangan sedang tidak ada maka anggota Pol PP yang berjaga bisa mengarahkan masyarakat yang ingin memarkirkan kendaraannya. Saya minta memang kalau tidak ada petugas parkir harus ada rambu larangan parkir, sehingga anggota kami bisa bantu mengarahkan parkir kendaraan. Tapi lebih enak memang ada petugas parkir agar lebih jelas," pungkasnya. (Rizki Mauludi)