Begini Usaha BB Padi Sukamandi Mencegah Stunting

Begini Usaha BB Padi Sukamandi Mencegah Stunting
(Asep Mulyana)

INILAH, Subang- Stunting, selama ini menjadi salah satu masalah kesehatan yang menjadi perhatian serius semua pihak. Ya, Stunting adalah kondisi dimana tubuh manusia tak bisa tumbuh dan berkembang secara normal.

Stunting biasanya menyerang anak-anak. Secara kasat mata, pertumbuhan mereka akan terlihat tidak normal alias lebih pendek (kerdil). Meski belum dikatakan sebagai penyakit, stunting ternyata harus diantisipasi. 

Karena, selain menyerang kondisi pertumbuhan anak tersebut, dampak lainnya akan menjadikan anak tersebut mudah sakit. Bahkan, yang paling parahnya, fungsi otaknya tidak bisa bekerja optimal.

Sejauh ini, berbagai cara telah dilakukan semua pihak. Tak terkecuali Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) Sukamandi, Subang. 

BB Padi Sukamandi, selama ini diberi tanggung jawab oleh Kementerian untuk menciptakan inovasi baru di sektor pertanian. Salah satunya, menciptakan bibit padi unggulan.

Belum lama ini, BB Padi Sukamadi, kembali mengembangkan inovasi. Yakni, varietas Inpari IR Nutri Zinc. Kandungan zinc atau Zn dalam varietas ini, rata-rata mencapai 29,54 ppm atau 23 persen lebih tinggi ketimbang varietas Ciherang.

Kepala BB Padi Sukamandi, Priatna Sasmita, mengatakan, latar belakang diluncurkannya varietas ini, yakni untuk menjawab permasalahan kesehatan yang saat ini sedang dihadapi hampir seluruh negara di dunia. Termasuk, Indonesia. Yakni, mengenai permasalahan stunting. 

"Angka prevalensi kekurangan gizi, khususnya kandungan Zn di seluruh dunia, termasuk Indonesia masih tergolong tinggi," ujar Priatna, kepada wartawan, Kamis (13/6/2019).

Prevalensi kekurangan gizi khususnya Zn di Indonesia, berkisar antara 10 sampai 90 persen. Tergantung dari kelompok demografi penduduk. Adapun, prevalensi kekurangan Zn pada anak di bawah lima tahun mencapai 31,6 persen.

Khusus di Indonesia sendiri, kata dia, prevalensi stunting cukup tinggi. Misalnya, seperti di NTT, Sulawesi Barat, Aceh, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Tengah. Bahkan, di Pulau Jawa, kasus ini juga sangat tinggi. Tak hanya itu, kasus stunting juga marak terjadi di wilayah perkotaan.

Karena itu, untuk menjawab permasalahan stunting ini, lanjut Priatna, pemerintah melalui Kementerian Pertanian mengupayakan inovasi baru dengan meneliti varietas padi yang mengandung kadar Zn tinggi. Penelitian varietas ini, sudah dilakukan sejak 2010 lalu.

"Kandungan Zn ini, lebih tinggi dari Ciherang. Makanya, kami sangat optimistis varietas ini bisa dimanfaatkan untuk mencegah stunting," pungkasnya. (Asep Mulyana)